Ukraina mengklaim pasukan militernya telah melancarkan rentetan serangan drone terhadap sejumlah kilang minyak di wilayah Rusia. Ukraina juga mengatakan serangannya menargetkan pusat-pusat militer Rusia di wilayah selatan negara tersebut.
Seperti dilansir AFP, Jumat (21/6/2024), pernyataan resmi militer Ukraina ini disampaikan setelah Kementerian Pertahanan Rusia menyebut sedikitnya 114 drone Kyiv yang mengudara di wilayahnya dicegat dan dihancurkan dalam semalam. Moskow menyebut satu orang tewas akibat serangan drone Ukraina tersebut.
Militer Ukraina telah melancarkan sejumlah serangan terhadap kilang minyak Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Kyiv menyebut kilang minyak di wilayah Rusia merupakan target yang wajar karena bisa menjadi bahan bakar untuk militer Moskow.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militer Rusia juga melancarkan puluhan serangan dahsyat terhadap infrastruktur pembangkit listrik di wilayah Ukraina.
Dalam pernyataannya, militer Kyiv mengatakan pasukannya melancarkan serangan-serangan drone terhadap "kilang minyak Afipskiy, Ilskiy, Krasnodar, dan Astrakhan", serta sebuah pusat radio dan intelijen di wilayah Rusia bagian selatan.
Disebutkan juga oleh militer Ukraina bahwa pasukannya menargetkan tempat persiapan dan penyiapan drone di Krasnodar, yang mengakibatkan "serentetan ledakan dan kebakaran yang diikuti oleh ledakan".
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut "sistem pertahanan anti-udara Rusia telah mencegat dan menghancurkan 70 drone di atas wilayah Crimea dan Laut Hitam, kemudian 43 drone di atas wilayah Krasnodar dan satu drone di wilayah Volgograd".
Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.
Di Krasnodar, menurut Gubernur Venyamin Kondratyev, seorang pegawai stasiun pemanas di wilayah itu tewas ketika sebuah drone menghantam fasilitas di dekat stasiun kereta Yuzhny. Tidak disebutkan lebih lanjut soal korban luka akibat serangan-serangan tersebut.
Kondratyev menambahkan bahwa beberapa gedung administrasi di kompleks kilang minyak yang ada di distrik Severski juga mengalami kerusakan.
Ukraina yang telah berperang melawan Rusia selama lebih dari dua tahun terakhir, semakin meningkatkan serangan balasan terhadap Moskow dalam beberapa bulan terakhir. Serangan Kyiv kerap menargetkan target infrastruktur energi di wilayah Rusia.
Sementara rentetan serangan rudal dan drone Rusia yang juga ditargetkan terhadap infrastruktur energi Ukraina, telah melumpuhkan kapasitas pembangkit listrik di negara tersebut.
Bahkan serangan-serangan Moskow memaksa Kyiv untuk memberlakukan pemadaman bergilir di beberapa wilayah dan mengimpor pasokan listrik dari kawasan Uni Eropa.