Putin Ngaku Terancam dengan Tank Jerman di Ukraina, Ungkit Perang Dunia II

ADVERTISEMENT

Putin Ngaku Terancam dengan Tank Jerman di Ukraina, Ungkit Perang Dunia II

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Jumat, 03 Feb 2023 00:16 WIB
Russian President Vladimir Putin attends the 10th National Congress of Judges, in Moscow, Russia November 29, 2022. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS/File Photo
Foto: Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS/File Photo
Moscow -

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui pihaknya merasa terancam dengan keberadaan tank Jerman. Putin menyinggung hal itu di tengah pro-Barat yang berencana mengirimkan pasukan ke Ukraina.

Dilansir AFP, Kamis (2/2/2023), Putin berbicara di acara peringatan 80 tahun kemenangan Tentara Merah atas Nazi Jerman di Stalingrad. Putin menarik kesejajaran antara perjuangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II dan intervensi Moskow di Ukraina. Dia pun mengungkit ancaman tank Leopard Jerman.

"Ini sulit dipercaya tapi benar. Kami kembali diancam oleh tank Leopard Jerman," katanya di selatan kota Volgograd.

"Berulang kali kami dipaksa untuk mengusir agresi kolektif Barat," lanjut Putin.

Putin pun mengaku heran dengan sikap Jerman dan para sekutu Barat. Pasalnya, dia tidak pernah mengirimkan tank atau kendaraan tempur apapun ke perbatasan negara mereka.

"Kami tidak mengirim tank ke perbatasan mereka tetapi kami memiliki sesuatu untuk ditanggapi, dan itu tidak hanya tentang menggunakan kendaraan lapis baja. Setiap orang harus memahami ini," ujarnya.

Karena itu lah, Putin pun menekankan pihaknya siap mengusir pihak Barat. Dia memastikan perang modern dengan Rusia akan jauh berbeda dari Perang Dunia II.

"Perang modern dengan Rusia akan sangat berbeda," imbuhnya.

Sejak mengirim pasukan ke Ukraina pro-Barat Februari lalu, Putin telah berulang kali mengancam akan menggunakan senjata nuklir melawan Barat jika konflik meningkat.

"Kesiapan untuk melangkah sampai akhir, melakukan hal yang mustahil demi ibu pertiwi, demi kebenaran ada dan ada dalam darah, dalam karakter rakyat multinasional kita," kata Putin.

(maa/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT