Ibu Kota Korut Lockdown Gegara Marak Penyakit Pernapasan, COVID?

ADVERTISEMENT

Ibu Kota Korut Lockdown Gegara Marak Penyakit Pernapasan, COVID?

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 25 Jan 2023 12:45 WIB
A North Korea flag flutters next to concertina wire at the North Korean embassy in Kuala Lumpur, Malaysia March 9, 2017. REUTERS/Edgar Su
Ilustrasi (dok. REUTERS/Edgar Su)
Pyongyang -

Otoritas kota Pyongyang, ibu kota Korea Utara (Korut), menerapkan lockdown selama lima hari wilayahnya. Lockdown ini diberlakukan karena meningkatnya kasus penyakit pernapasan yang tidak dijelaskan lebih lanjut.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (25/1/2023), pemberlakuan lockdown di Pyongyang itu diungkapkan oleh situs pemantau Korut yang berbasis di Seoul, NK News, yang mengutip pemberitahuan yang dirilis pemerintah Pyongyang.

Pemberitahuan itu tidak menyebutkan virus Corona (COVID-19), namun mengimbau warga kota Pyongyang untuk tetap berada di rumah masing-masing hingga Minggu (29/1) pekan depan. Warga Pyongyang juga harus melakukan pemeriksaan suhu tubuh beberapa kali dalam sehari.

Pada Selasa (24/1) waktu setempat, NK News melaporkan bahwa warga Pyongyang tampaknya sedang menimbun barang-barang sebagai antisipasi terhadap langkah-langkah pembatasan yang lebih ketat.

Tidak diketahui secara jelas apakah ada wilayah lainnya di Korut yang juga menerapkan lockdown terbaru.

Otoritas Korut mengakui keberadaan wabah COVID-19 di wilayah untuk pertama kalinya pada tahun lalu. Namun pada Agustus, negara yang terisolasi itu menyatakan kemenangan atas pandemi Corona.

Pyongyang tidak pernah mengonfirmasi jumlah penduduknya yang terinfeksi COVID-19, dengan tampaknya negara itu kekurangan sarana untuk melakukan tes Corona secara luas.

Lihat juga video 'Kim Jong-un Nyatakan Menang Lawan Covid, Kini Tak Wajib Bermasker di Korut':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT