China Laporkan 13 Ribu Kasus Kematian Baru Terkait Corona dalam Sepekan

ADVERTISEMENT

China Laporkan 13 Ribu Kasus Kematian Baru Terkait Corona dalam Sepekan

Indra Komara - detikNews
Minggu, 22 Jan 2023 15:51 WIB
Family members in protective gear collect the cremated remains of their loved one bundled with yellow cloth at a crematorium in Beijing, Saturday, Dec. 17, 2022. Deaths linked to the coronavirus are appearing in Beijing after weeks of China reporting no fatalities, even as the country is seeing a surge of cases. (AP Photo/Ng Han Guan)
Ilustrasi Corona di China. (Foto: AP/Ng Han Guan)
Jakarta -

China melaporkan tambahan 13.000 kasus kematian terkait Covid. Dilaporkan sebanyak 681 pasien Corona yang meninggal saat dirawat di rumah sakit akibat gangguan pernapasan.

Seperti dikutip dari AFP, Minggu (22/1/2023), angka 13 ribu kasus kematian terbaru ini tercatat rentang waktu 13 Januari hingga 19 Januari. Seorang pejabat tinggi kesehatan sempat mengatakan sebagian besar penduduk telah terinfeksi Corona.

China seminggu sebelumnya mengatakan hampir 60.000 orang meninggal karena Covid di rumah sakit pada 12 Januari. Namun data tersebut diragukan sejak Beijing mendadak menghentikan kontrol anti-virus bulan lalu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (21/2), sebanyak 681 pasien rawat inap meninggal karena gagal napas yang disebabkan virus corona. Sementara itu, ada 11.977 orang yang meninggal karena penyakit lain sekaligus terinfeksi Covid. China menyampaikan angka tersebut tidak termasuk mereka yang meninggal akibat virus di rumah.

Puluhan juta orang telah melakukan perjalanan ke seluruh negeri dalam beberapa hari terakhir. Seorang pejabat tinggi kesehatan mengklaim China tidak akan mengalami gelombang kedua Corona dalam dua hingga tiga bulan ke depan setelah jutaan orang kembali ke desa-desa untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

"Meskipun sejumlah besar orang yang bepergian selama Festival Musim Semi dapat mendorong penyebaran epidemi sampai batas tertentu... gelombang epidemi saat ini telah menginfeksi sekitar 80 persen orang di negara tersebut," Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, kata dalam postingan di platform Weibo, Sabtu.

"Dalam jangka pendek, misalnya, dalam dua hingga tiga bulan ke depan, kemungkinan ... gelombang kedua epidemi di seluruh negeri sangat kecil," lanjut dia.

Otoritas transportasi China memperkirakan lebih dari dua miliar perjalanan akan dilakukan bulan ini hingga Februari di salah satu pergerakan massal manusia terbesar di dunia.

Simak juga Video: Jokowi: Kita Betul-betul 'Total Football' Tangani Pandemi

[Gambas:Video 20detik]




(idn/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT