PM Selandia Baru Terpilih Kecam Pelecehan Menjijikkan ke Jacinda Ardern

ADVERTISEMENT

PM Selandia Baru Terpilih Kecam Pelecehan Menjijikkan ke Jacinda Ardern

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Minggu, 22 Jan 2023 15:42 WIB
PM Selandia Baru mengundurkan diri: Tekanan unik yang dihadapi Jacinda Ardern
Jacinda Ardern. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Chris Hipkins, calon Perdana Menteri (PM) Selandia Baru mengkritik perlakuan 'menjijikkan' terhadap pendahulunya, Jacinda Ardern. Hipkins bersumpah dirinya pun akan melindungi keluarganya sendiri.

Dilansir AFP, Hipkins mengecam pelecehan pribadi yang dialami Ardern yang berlangsung selama lebih dari lima tahun lamanya. Pernyataan Hipkins ini dikeluarkan beberapa jam setelah dirinya didukung oleh anggota parlemen Partai Buruh dengan suara bulat.

Keputusan Ardern untuk mengundurkan diri dari perdana menteri tak ayal memicu perdebatan se-nasional tentang tekanan yang dia hadapi. Perlu diketahui, pada Kamis (19/1), Ardern mendadak mengundurkan diri berselang sembilan bulan sebelum pemilu 14 Oktober. Ardern mengatakan dia tidak lagi 'cukup di dalam tangki' atau 'enough in the tank'.

Merespons ini, para politisi dan tokoh publik berbaris untuk mengkritik pedas yang dilakukan Ardern sebagai perdana menteri, terutama di media sosial, meskipun dia tidak menyebutkannya sendiri.

"Cara Jacinda diperlakukan, terutama oleh beberapa segmen masyarakat kita -- dan mereka adalah minoritas kecil -- benar-benar menjijikkan," kata Hipkins.

"Itu tidak merepresentasikan siapa kita sebagai sebuah negara," kata menteri pendidikan dan kepolisian itu.

Mendukung Ardern, Hipkins menegaskan laki-laki memiliki tanggung jawab untuk menyerukan kecaman terhadap hal ini. "Ini tidak baik-baik saja," katanya.

Hipkins, yang terkenal karena memimpin tindakan keras nasional terhadap COVID-19 selama hampir dua tahun, mengatakan dia mengerti bahwa menempatkan dirinya sebagai pemimpin berarti dia adalah 'milik publik'.

"Tapi keluarga saya tidak," katanya kepada wartawan.

Hipkins mengatakan dia ingin putranya yang berusia enam tahun dan putrinya yang berusia empat tahun tumbuh dengan kearifan lokal atau disebutnya 'kehidupan anak Kiwi yang khas'. Dia menambahkan, urusan personalnya seperti soal perpisahannya yang damai dengan istrinya, merupakan urusannya sendiri.

"Saya telah melihat pengawasan dan tekanan yang sangat besar ditempatkan pada Jacinda dan keluarganya, jadi tanggapan saya adalah menjaga keluarga saya sepenuhnya dari sorotan," katanya.

Simak Video: Melihat Alasan Mundurnya PM Selandia Baru dari Sisi Psikologi

[Gambas:Video 20detik]



(fca/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT