Chris Hipkins Terpilih Jadi PM Selandia Baru Gantikan Jacinda Ardern

ADVERTISEMENT

Chris Hipkins Terpilih Jadi PM Selandia Baru Gantikan Jacinda Ardern

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Minggu, 22 Jan 2023 15:28 WIB
New Zealands new Prime Minister Chris Hipkins speaks at his first press conference at Parliament in Wellington on January 22, 2023. (Photo by Marty MELVILLE / AFP)
Foto: Chris Hipkins (AFP/MARTY MELVILLE).
Jakarta -

Chris Hipkins terpilih menjadi Ketua Partai Buruh sekaligus menggantikan Jacinda Ardern menjadi Perdana Menteri Selandia Baru. Jacinda Ardern mendadak mengumumkan pengunduran diri pada Kamis (19/1) lalu.

Dilansir South China Morning Post, Partai Buruh yang berkuasa di Selandia Baru memilih mantan menteri yang fokus mengurusi COVID-19, Chris Hipkins, sebagai perdana menteri, Minggu (22/1). Diketahui, pria berusia 44 itu menjadi satu-satunya nominasi dan memberikan konfirmasi pada pertemuan partai hari ini.

Hipkins memang digadang-gadang sebagai satu-satunya pesaing Partai Buruh untuk menggantikan Ardern. Hipkins menyatakan siap menjadi perdana menteri selanjutnya dan menggambarkan dirinya sebagai politisi yang tegas dan berbicara terus terang.

"Mudah-mudahan warga Selandia Baru mengenal saya sebagai seseorang yang berada di depan, tidak keberatan mengakui ketika melakukan kesalahan dan bisa menertawakan diri sendiri," katanya setelah terpilih seperti dikutip AFP, Minggu (22/1/2023).

Hipkins diketahui mendapat pujian untuk masa jabatannya yang hampir dua tahun sebagai menteri yang mengurusi COVID di negara yang menutup perbatasannya untuk mencegah virus corona itu. Dia kemudian mengakui bahwa penguncian bergulir 'sulit' dan mengatakan itu harus dilonggarkan karena orang-orang sudah lelah dengan pembatasan.

Tetap Netral Selama Pemilu

Ardern mengatakan kepada media saat berada di Bandara Napier pada hari Jumat (20/01), bahwa ia berniat untuk tetap netral selama pemilu.

"Saya pikir yang paling penting adalah kami fokus pada prosesnya, cepat, dan memastikan bahwa tim dapat bergerak cepat untuk kembali fokus pada isu-isu yang penting bagi warga Selandia Baru," katanya.

Dia menambahkan bahwa dia tidak menyesal dengan keputusannya untuk mundur. Masa jabatan Ardern sebagai pemimpin akan berakhir selambat-lambatnya pada 7 Februari dan pemilihan umum akan diadakan pada 14 Oktober mendatang.

(fca/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT