Panel DPR AS Usul Trump Dituntut Pidana Atas Kerusuhan Capitol

Panel DPR AS Usul Trump Dituntut Pidana Atas Kerusuhan Capitol

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Selasa, 20 Des 2022 02:51 WIB
FILE - Former President Donald Trump announces he is running for president for the third time as he pauses while speaking at Mar-a-Lago in Palm Beach, Fla., Nov. 15, 2022. Ronna McDaniel, the former presidents hand-picked choice back in 2017 and the niece of Utah Sen. Mitt Romney, is running to lead the Republican National Committee for a fourth term. In an interview, McDaniel said she notified Trump of her intention to seek another term but did not explicitly ask for his support. (AP Photo/Andrew Harnik, File)
Foto: Donald Trump (AP/Andrew Harnik)
Washington D.C -

Panel DPR Amerika Serikat (AS) mengeluarkan rekomendasi dengan suara bulat terhadap mantan Presiden AS Donald Trump terkait kerusuhan yang terjadi di Capitol. Panel DPR AS mengusulkan agar Donald Trump dituntut pidana atas beberapa dugaan tindak pidana.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Selasa (20/12/2022), Panel DPR AS lewat komite khusus melakukan penyelidikan terkait kerusuhan yang terjadi tahun lalu di US Capitol.

Mereka pun pada Senin (19/12) waktu setempat menyampaikan rekomendasi final atas penyelidikan yang dilakukan Panel DPR AS selama ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya, komite dengan suara bulat merekomendasikan agar Departemen Kehakiman menuduh Donald Trump atas berbagai dugaan tindak pidana. Beberapa di antaranya yakni menghasut pemberontakan hingga membuat pernyataan palsu.

"Komite merujuk Trump ke Departemen Kehakiman karena menghalangi proses resmi, menipu AS, membuat pernyataan palsu, dan memberikan bantuan atau kenyamanan untuk pemberontakan," kata panel seperti dilansir dari CNN.

ADVERTISEMENT
Panel DPR AS usul Donald Trump Dipidana atas Serangan CapitolPanel DPR AS usul Donald Trump Dipidana atas Serangan Capitol (Dok.CNN)

Laporan akhir tidak akan dirilis ke publik hingga Rabu (22/12) mendatang.

Sementara itu, salah anggota komite DPR AS Zoe Lofgren mengungkapkan bahwa seorang pengacara yang tidak disebutkan namanya tampaknya telah berusaha untuk memanipulasi kesaksian seorang saksi terkait kerusuhan di Capitol. Upaya ini dilakukan agar dapat membantu Donald Trump.

"Saksi percaya ini adalah upaya untuk mempengaruhi kesaksiannya, dan kami khawatir upaya ini mungkin merupakan strategi untuk mencegah komite menemukan kebenaran," kata Lofgren.

Lofgren juga mencatat seorang pengacara menyarankan agar saksi berpura-pura lupa terkait fakta yang terjadi pada kerusuhan itu selama kesaksiannya kepada komite. Selain itu, saksi itu tidak dapat mengetahui siapa yang membayar pengacaranya dan bahwa entitas sekutu Trump menawarkan untuk menjaganya di bawah sayap mereka saat kesaksiannya semakin dekat.

"Seorang pengacara memberi tahu seorang saksi bahwa saksi dapat, dalam keadaan tertentu, memberi tahu komite bahwa dia tidak mengingat fakta padahal dia benar-benar mengingatnya. Pengacara itu juga tidak mengungkapkan siapa yang membayar untuk perwakilan pengacara, meskipun ada pertanyaan dari klien. mencari informasi itu," kata Lofgren.

"Kami telah mengetahui bahwa seorang klien ditawari pekerjaan potensial yang akan membuatnya, mengutip, sangat nyaman secara finansial ketika tanggal kesaksiannya didekati oleh entitas yang tampaknya terkait dengan Donald Trump dan rekan-rekannya," tambah Lofgren.

Lofgren tidak menyebutkan nama pengacara atau saksi perempuan, dan tidak jelas apakah semua contoh tentang satu saksi.

Simak juga 'Kala Donald Trump Calonkan Diri Sebagai Presiden AS Lagi':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya



Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.
Hide Ads