Gempar Presiden Peru Dimakzulkan lalu Langsung Ditangkap

ADVERTISEMENT

Gempar Presiden Peru Dimakzulkan lalu Langsung Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 22:09 WIB
(FILES) In this file photo taken on November 29, 2022 Perus President Pedro Castillo speaks during a press conference with his Chilean counterpart Gabriel Boric at La Moneda presidential palace in Santiago, on November 29, 2022, during his visit to Chile. - Perus President Pedro Castillo dissolved Congress, announced a curfew and said he will form an emergency government that will rule by decree, on December 7, 2022 just hours before the legislature was due to debate a motion of impeachment against him. (Photo by JAVIER TORRES / AFP)
Foto: Pedro Castillo (AFP/JAVIER TORRES)
Lima -

Kabar menggemparkan datang dari Negara Peru. Presidennya Pedro Castillo dilengeserkan oleh parelemen dan ditangkap atas dugaan pemberontakan.

Seperti dilansir AFP, Kamis (8/12/2022), lengsernya Castillo dari kursi Presiden Peru itu diwarnai drama sepanjang Rabu (7/12) waktu setempat, yang berawal dari upaya pemakzulan ketiga terhadap Castillo sejak dia secara tidak diduga memenangkan pemilu sekitar 18 bulan lalu. Tak lama usai dimakzulkan, bahakn Castillo langsung ditangkap atas tuduhan pemberontakan.

Dalam pidato yang disiarkan televisi setempat, Castillo yang juga mantan guru sekolah di pedesaan itu mengumumkan pembubaran Kongres yang didominasi oposisi. Dia juga mengumumkan pemberlakuan jam malam dan menyatakan akan memerintah dengan dekrit.

Kritikan menghujani Castillo usai pidatonya tersebut. Para anggota parlemen Peru kemudian menggelar pertemuan lebih awal dari jadwal untuk membahas mosi pemakzulan Castillo dan secara cepat menyetujuinya, dengan 101 suara mendukung dari total 130 anggota parlemen.

Pria yang menginjak usia 53 tahun ini dimakzulkan karena 'ketidakmampuan moral' dalam menjalankan pemerintahan, setelah rentetan krisis yang menyelimutinya termasuk enam penyelidikan terhadap dirinya, lima perombakan kabinet dan unjuk rasa besar-besaran di Peru.

Konstitusi Peru mengizinkan proses pemakzulan dilakukan terhadap seorang presiden berdasarkan dugaan pelanggaran politik, bukan hanya pelanggaran hukum. Ketentuan ini menjadikan pemakzulan biasa terjadi di negara tersebut.

Usai dimakzulkan, Castillo ditangkap pada Rabu (7/12) malam waktu setempat. Penangkapan Castillo diumumkan oleh koordinator tim jaksa yang menyelidiki korupsi pemerintah, Marita Barreto.

Pedro Castillo juga terancam 20 tahun penjara, simak di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT