Selandia Baru Ambil Alih Hak Asuh Bayi dari Orang Tua Antivaksin

ADVERTISEMENT

Selandia Baru Ambil Alih Hak Asuh Bayi dari Orang Tua Antivaksin

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 15:51 WIB
Ilustrasi bayi
Ilustrasi (dok. Getty Images/bernie_photo)
Auckland -

Pengadilan Selandia Baru mengambil alih sementara hak asuh seorang bayi yang sakit dari orang tuanya yang antivaksin. Bayi itu membutuhkan operasi jantung untuk menyelamatkan nyawanya, namun orang tuanya mencegah operasi karena potensi pendonor darah yang telah divaksin Corona (COVID-19).

Seperti dilansir AFP, Rabu (7/12/2022), Pengadilan Tinggi Auckland memerintahkan agar bayi yang disebut 'Bayi W' yang berusia enam bulan itu, ditempatkan di bawah perwalian parsial -- demi memungkinkan operasi darurat untuk membetulkan kelainan jantung yang dikenal sebagai stenosis katup pulmonal.

Stenosis katup pulmonal merupakan kelainan jantung bawaan yang cukup umum. Orang tua bayi itu menolak operasi dengan alasan setiap darah yang ditransfusikan bisa saja datang dari seorang pendonor yang sudah disuntik vaksin mRNA.

"Masalah utamanya adalah apakah pengobatan yang diusulkan adalah untuk kepentingan terbaik (si bayi)," sebut Pengadilan Tinggi Auckland dalam putusannya.

Dengan putusan pengadilan ini, maka bayi tersebut kini berada di bawah 'perwalian pengadilan' secara medis, hingga 'operasinya selesai dilakukan' dan bayi itu dalam pemulihan, yang diperkirakan paling lama hingga akhir Januari tahun depan.

Putusan pengadilan juga memutuskan bahwa orang tua bayi itu akan tetap menjadi wali 'untuk semua tujuan lainnya'.

Orang tua bayi itu juga akan 'diberitahu pada masa-masa yang layak soal sifat dan perkembangan kondisi dan perawatan Bayi W'.

Kasus ini menarik perhatian publik Selandia Baru dan menggarisbawahi potensi informasi keliru soal vaksin Corona. Juru bicara Kementerian Kesehatan Selandia Baru, Mike Shepherd, menyebutnya sebagai 'situasi sulit bagi semua yang terlibat'.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT