Malaysia Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Rp 2 Ribu T Era Muhyiddin

ADVERTISEMENT

Malaysia Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Rp 2 Ribu T Era Muhyiddin

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 14:31 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA - MARCH 01: Muhyiddin Yassin, Malaysias newly appointed Prime Minister waves to the media outside his house with his family and supporters before departing for the swearing in ceremony at the palace on March 1, 2020 in Kuala Lumpur, Malaysia. (Photo by Ore Huiying/Getty Images)
Mantan PM Malaysia Muhyiddin Yassin (Foto: Getty Images/Ore Huiying)
Jakarta -

Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) telah memulai penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan dana sebesar 600 miliar ringgit (sekitar Rp 2.121 triliun) oleh pemerintah sebelumnya.

Ketua Komisioner MACC Azam Baki, saat dihubungi oleh kantor berita resmi Malaysia, Bernama, membenarkan hal tersebut namun menolak untuk mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang penyelidikan yang dilakukan oleh badan tersebut.

"Ya, MACC telah membuka berkas penyelidikan atas masalah tersebut (dana 600 miliar ringgit)," ujarnya singkat, seperti dilansir media Malaysia, Bernama dan The Star, Rabu (7/12/2022).

Kontroversi penggunaan dana darurat senilai lebih dari 600 miliar ringgit ketika negara itu menghadapi pandemi COVID-19 tersebut, pertama kali diangkat oleh mantan menteri utama Melaka Adly Zahari pada 15 November.

Pada 5 Desember lalu, Perdana Menteri Malaysia yang baru dilantik, Anwar Ibrahim mengatakan dia akan menyerahkannya kepada badan investigasi untuk menyelidiki masalah uang yang diduga disalahgunakan oleh pemerintahan mantan PM Muhyiddin Yassin.

Menurut Anwar, Kementerian Keuangan mengakui adanya beberapa pelanggaran terkait dana tersebut.

Muhyiddin telah membantah tuduhan penyelewengan dana negara tersebut. Dia mengatakan bahwa dana sebesar itu pasti tidak akan luput dari perhatian Departemen Audit Nasional (JAN), yang mengaudit pengeluaran pemerintah setiap tahun dan laporannya kemudian disajikan oleh Komite Akuntan Publik (PAC) di Parlemen.

"Tidak ada satu sen pun dari uang ini yang masuk ke rekening pribadi saya. Tidak masuk akal jika uang yang dimaksudkan untuk bantuan publik, yang langsung disetorkan ke rekening orang-orang, dapat dialihkan ke rekening saya," cetus Ketua Perikatan Nasional itu.

"Sangat tidak mungkin JAN dan PAC entah bagaimana mengabaikan jumlah yang begitu besar," kata Muhyiddin dalam sebuah posting Facebook.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT