Heboh Dana Rp 2.121 T, Anwar Ibrahim ke Muhyiddin: Jangan Tantang Saya!

ADVERTISEMENT

Heboh Dana Rp 2.121 T, Anwar Ibrahim ke Muhyiddin: Jangan Tantang Saya!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 14:18 WIB
Malaysias Prime Minister Anwar Ibrahim speaks at a press conference at the prime ministers office in Putrajaya, Malaysia, Friday, Dec. 2, 2022. New Malaysian Prime Minister Anwar Ibrahim said Friday he will also serve as finance minister as he unveiled a leaner Cabinet with many new faces in his unity government. (AP Photo/Vivian Loo)
PM Malaysia Anwar Ibrahim (dok. AP Photo/Vivian Loo)
Kuala Lumpur -

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim masih membahas soal dugaan penyimpangan pengeluaran sebesar 600 miliar Ringgit (sekitar Rp 2.121 triliun) pada era pemerintahan mantan PM Muhyiddin Yassin. Anwar menyebut ada sejumlah proses dan prosedur yang tidak dipatuhi pemerintahan era Muhyiddin.

Seperti dilansir The Star, Selasa (6/12/2022), Anwar juga menyebut bahwa hal itu mencakup keterlibatan perusahaan-perusahaan terkait anggota keluarga Muhyiddin, yang kini memimpin koalisi Perikatan Nasional menjadi oposisi pemerintahan.

"Saya ingin mengingatkan Muhyiddin untuk tidak menantang saya karena jelas ada beberapa proses dan prosedur yang tidak dipatuhi," ujar Anwar dalam pernyataan terbaru kepada wartawan setempat.

Namun Anwar tidak menyebutkan lebih lanjut nama perusahaan yang dimaksud maupun jenis bisnis perusahaan itu.

Lebih lanjut, Anwar menyatakan bahwa meskipun niatnya fokus pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, persoalan itu perlu ditanggapi karena dirinya ditantang.

Dia menyebut ada pihak-pihak tertentu yang mengklaim mereka bersih. "Namun, mereka tidak demikian, karena ditemukan adanya persetujuan yang dilakukan tanpa mematuhi regulasi," ujar Anwar.

"Ini mencakup persetujuan yang dibuat selama perintah pengendalian pergerakan," imbuhnya, merujuk pada kebijakan pandemi virus Corona (COVID-19) pada era pemerintahan Muhyiddin.

Diketahui bahwa ada seruan untuk dibentuknya Komisi Penyelidikan Kerajaan (RCI) untuk menyelidiki pengeluaran pemerintahan selama pandemi Corona, saat Malaysia masih dipimpin Muhyiddin sebagai PM.

Simak video 'Tantangan Berat Anwar Ibrahim Pimpin Malaysia di Masa Sulit':

[Gambas:Video 20detik]



Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT