AS Jual Suku Cadang Pesawat Rp 6 T untuk Genjot Angkatan Udara Taiwan

ADVERTISEMENT

AS Jual Suku Cadang Pesawat Rp 6 T untuk Genjot Angkatan Udara Taiwan

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 13:55 WIB
Flags of Taiwan and U.S. are placed for a meeting in Taipei, Taiwan March 27, 2018. REUTERS/Tyrone Siu/File Photo
Ilustrasi (dok. REUTERS/Tyrone Siu/File Photo)
Washington DC -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyetujui potensi penjualan suku cadang pesawat senilai US$ 428 juta (Rp 6,6 triliun) untuk Taiwan. Penjualan suku cadang itu dimaksudkan untuk membantu Angkatan Udara Taiwan yang tertekan karena berulang kali mencegat jet-jet tempur China yang mengudara ke dekat wilayah Taipei.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (7/12/2022), Angkatan Udara Taiwan diperlengkapi dengan baik, namun telah menua dan kalah jumlah jika dibandingkan dengan armada Angkatan Udara China. Persetujuan penjualan suku cadang pesawat ke Taiwan itu diberikan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Beijing memandang Taipei yang memiliki pemerintahan demokratis sendiri sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya. Selama tiga tahun terakhir atau lebih, China mengerahkan jet-jet tempur dan pesawat militernya ke dekat wilayah Taiwan.

Sejak awal Agustus lalu saat China menggelar latihan perang di sekitar wilayah Taiwan usai kunjungan kontroversial Ketua DPR AS Nancy Pelosi, Angkatan Udara China juga secara rutin mengerahkan pesawat tempur hingga melintasi garis median di Selat Taiwan -- yang menjadi perbatasan tidak resmi kedua negara.

Pentagon, dalam pernyataan pada Selasa (6/12) tengah malam, menjelaskan bahwa suku cadang pesawat dari AS itu akan mendukung jet-jet tempur F-16 milik Taiwan, jet-jet tempur Indigenous Defence Fighter (IDF) dan semua pesawat-pesawat tempur lainnya serta sistem atau subsistem asal AS.

"Penjualan yang diusulkan akan berkontribusi pada keberlanjutan armada udara negara penerima, meningkatkan kemampuan untuk menghadapi ancaman terkini dan masa depan sambil memberikan kemampuan pertahanan dan transportasi yang penting untuk keamanan regional," demikian pernyataan Pentagon.

Dalam pernyataan terpisah pada Rabu (7/12) waktu setempat, Kementerian Pertahanan Taiwan menyampaikan terima kasih kepada AS atas persetujuan itu. Disebutkan juga bahwa proses penjualan suku cadang pesawat itu diperkirakan akan 'berlangsung' dalam waktu satu bulan.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT