Korut Tembakkan 130 Peluru Artileri ke Lautan!

ADVERTISEMENT

Korut Tembakkan 130 Peluru Artileri ke Lautan!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 05 Des 2022 17:16 WIB
Korea Utara (Korut) menggelar parade militer untuk memperingati kelahiran Kim Il-Sung. Berbagai jenis alutsista dipamerkan.
Ilustrasi -- Tentara Korea Utara dalam parade militer (dok. Reuters)
Seoul -

Korea Utara (Korut) dilaporkan menembakkan sekitar 130 peluru artileri ke arah lepas pantai sebelah timur dan barat wilayahnya pada Senin (5/12) waktu setempat. Aktivitas itu terdeteksi oleh Korea Selatan (Korsel) yang memperkirakan Pyongyang sedang menggelar latihan militer terbaru di dekat perbatasan kedua negara.

Seperti dilansir Reuters, Senin (5/12/2022), sejumlah peluru artileri itu dilaporkan jatuh di dalam zona penyangga atau buffer zone yang berada di dekat perbatasan maritim kedua negara. Seoul menilai hal itu telah melanggar perjanjian antar-Korea tahun 2018 yang dirancang untuk mengurangi ketegangan.

Kementerian Pertahanan Korsel dalam pernyataannya menyebut militer Korsel telah mengirimkan sejumlah komunikasi peringatan kepada Korut terkait aktivitas artileri tersebut.

Pyongyang tidak segera melaporkan tembakan artileri yang dilancarkan militernya, justru meningkatkan aktivitas militernya, termasuk peluncuran rudal dan latihan pesawat tempur serta unit artileri yang diklaim sebagai respons atas latihan gabungan di wilayah Korsel.

Diketahui bahwa Korsel dan Amerika Serikat (AS) yang saling bersekutu tengah menggelar latihan tembak gabungan berbasis daratan di area dekat perbatasan di distrik Cheorwon, yang ada di tengah Semenanjung Korea pada Senin (5/12) waktu setempat. Latihan akan berlanjut hingga Selasa (6/12) besok.

Korsel dan AS terus meningkatkan latihan militer gabungan sepanjang tahun ini, dengan alasan latihan semacam itu diperlukan untuk menangkal Korut yang memiliki senjata nuklir.

Sementara itu, Perjanjian Militer Komprehensif (CMA) tahun 2018 merupakan kesepakatan paling substantif yang dihasilkan dari pertemuan berbulan-bulan antara pemimpin Korut Kim Jong Un dan mantan Presiden Korsel Moon Jae In yang saat itu masih menjabat.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT