Jet Pengebom Nuklir Siluman AS Bisa Terbang Tanpa Awak, Sulit Dideteksi

ADVERTISEMENT

Jet Pengebom Nuklir Siluman AS Bisa Terbang Tanpa Awak, Sulit Dideteksi

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 03 Des 2022 16:56 WIB
The B-21 Raider stealth bomber is unveiled at Northrop Grumman Friday, Dec. 2, 2022, in Palmdale , Calif. America’s newest nuclear stealth bomber made its debut Friday after years of secret development and as part of the Pentagon’s answer to rising concerns over a future conflict with China. The B-21 Raider is the first new American bomber aircraft in more than 30 years. Almost every aspect of the program is classified. (AP Photo/Marcio Jose Sanchez)
Jet pengebom nuklir siluman AS B-21 Raider (AP Photo/Marcio Jose Sanchez)
Washington DC -

Jet pengebom nuklir siluman terbaru, B-21 Raider, yang baru saja dipamerkan ke publik oleh Amerika Serikat (AS) dilaporkan memiliki banyak fitur lebih canggih jika dibandingkan jenis sebelumnya. Diklaim oleh AS bahwa sistem pertahanan udara tercanggih akan kesulitan mendeteksi keberadaan B-21 Raider saat mengudara.

Seperti dilansir Associated Press, Sabtu (3/12/2022), B-21 Raider merupakan pesawat pengebom jenis terbaru yang diluncurkan AS untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir. Jet pengebom siluman buatan Northrop Grumman Corp ini ditaksir memakan biaya US$ 750 juta (Rp 11,5 triliun) per unit.

Angkatan Udara AS berencana membeli sedikitnya 100 unit B-21 Raider, dan mulai menggunakannya untuk menggantikan jenis-jenis lama seperti B-1 dan B-2. Saat ini, sedikitnya enam unit B-21 Raider tengah dalam perakitan dengan tahap berbeda-beda dan dijadwalkan memulai penerbangan perdana pertengahan tahun 2023 mendatang.

Pengembangan B-21 dirahasiakan selama bertahun-tahun dan menjadi bagian dari jawaban Pentagon untuk semakin meningkatnya kekhawatiran konflik di masa depan dengan China.

"Kita membutuhkan pesawat pengebom baru untuk abad ke-21 yang memungkinkan kita menghadapi ancaman yang jauh lebih rumit, seperti ancaman yang kita khawatirkan suatu hari nanti kita hadapi dari China, Rusia," sebut Sekretaris Angkatan Udara AS Deborah Lee James saat proyek B-21 Raider diumumkan tahun 2015.

B-21 Raider disebut mampu membawa senjata konvensional mau pun senjata nuklir ke seluruh dunia dengan menggunakan kemampuan jarak jauh dan bisa melakukan pengisian bahan bakar di udara. Jet pengebom siluman ini juga bisa diterbangkan dengan atau tanpa awak manusia.

Dalam bentuknya, B-21 Raider disebut memiliki 'sayap terbang' yang mirip dengan pendahulunya, B-2. Namun kepala eksekutif Northrop Grumman Corp, Kathy Warden, mengklaim bahwa operasional B-21 jauh lebih canggih dibandingkan B-2.

"Cara beroperasi secara internal sangat canggih dibandingkan B-2, karena teknologinya telah berkembang sangat pesat dalam hal kemampuan komputasi yang sekarang bisa kita tanamkan dalam software B-21," sebutnya.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Wujud Bom Paket yang Bikin Spanyol Siaga Tinggi':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT