Rusia Tolak Persyaratan Biden untuk Rundingkan Perdamaian Ukraina

ADVERTISEMENT

Rusia Tolak Persyaratan Biden untuk Rundingkan Perdamaian Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 18:26 WIB
U.S. President Joe Biden delivers remarks at the Volvo Group Powertrain Operations plant in Hagerstown, Maryland, U.S., October 7, 2022. REUTERS/Elizabeth Frantz
Presiden AS Joe Biden (dok. REUTERS/Elizabeth Frantz)
Moskow -

Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia menolak persyaratan yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bagi perundingan dengan Presiden Vladimir Putin membahas konflik Ukraina. Kremlin menegaskan bahwa operasi militer Moskow di Ukraina akan terus berlanjut.

"Apa yang sebenarnya dikatakan Presiden Biden? Dia mengatakan bahwa perundingan hanya mungkin dilakukan setelah Putin meninggalkan Ukraina," ucap juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, seperti dilansir AFP, Jumat (2/12/2022).

Peskov menegaskan bahwa Rusia 'tentu saja' tidak siap menerima persyaratan tersebut.

"Operasi militer khusus terus berlanjut," tegas Peskov, merujuk pada sebutan yang digunakan Kremlin untuk invasi militer ke Ukraina.

Saat Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan kunjungan kenegaraan ke Washington DC, pekan ini, Biden menyatakan dirinya bersedia untuk berdialog dengan Putin, terutama jika pemimpin Rusia itu benar-benar ingin mengakhiri pertempuran di Ukraina.

"Saya siap untuk berbicara dengan Putin jika memang ada kepentingan dia dalam memutuskan untuk mencari cara mengakhiri perang," ucap Biden, yang juga mengakui dirinya belum melihat kesediaan Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Biden lebih lanjut mengatakan ada cara yang lebih rasional untuk mengakhiri perang, yakni dengan Putin menarik diri dari Ukraina. "Ada satu cara agar perang ini berakhir -- cara yang rasional, Putin menarik diri keluar dari Ukraina," cetusnya.

Menanggapi pernyataan Biden, Peskov menyatakan Putin sebenarnya siap melakukan dialog untuk memastikan kepentingan Rusia dihormati. "Presiden Federasi Rusia selalu dan tetap terbuka untuk negosiasi demi mengamankan kepentingan kami," sebutnya.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat Video: Bom Surat Teror Kedubes Ukraina-Perusahaan Roket di Spanyol

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT