Pesawat Tabrak Kabel Tegangan Tinggi, Listrik di Washington DC Padam

ADVERTISEMENT

Pesawat Tabrak Kabel Tegangan Tinggi, Listrik di Washington DC Padam

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 15:04 WIB
A small airplane hangs about 100 feet (33 metres) above the ground after crashing into an electricity tower in Gaithersburg, Maryland, U.S. November 27, 2022 in a still image from video. ABC affiliate WJLA via REUTERS
Pesawat ringan menabrak dan tersangkut di kabel tegangan tinggi di dekat Washington DC, AS (ABC affiliate WJLA via REUTERS)
Washington DC -

Sebuah pesawat ringan menabrak kabel tegangan tinggi di dekat ibu kota Washington DC, Amerika Serikat (AS). Kecelakaan pesawat ini memicu pemadaman listrik massal, karena pesawat ringan itu menyangkut pada kabel tegangan tinggi.

Para petugas penyelamat bahkan harus melakukan operasi penyelamatan hingga malam hari demi mengevakuasi dua orang yang terjebak di dalam pesawat yang tersangkut itu. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (28/11/2022).

Insiden itu terjadi di Desa Montgomery, Maryland, yang berjarak 48 kilometer sebelah utara Washington DC, pada Minggu (27/11) sore, sekitar pukul 17.30 waktu setempat, saat kondisi cuaca berkabut dan basah. Disebutkan bahwa pesawat yang mengalami insiden merupakan pesawat ringan jenis Mooney M20J.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Montgomery County melaporkan bahwa pesawat ringan tersangkut di kabel tegangan tinggi pada ketinggian 30 meter dari tanah.

Akibat insiden itu, perusahaan utilitas area Washington DC, Pepco, terpaksa melakukan pemadaman listrik massal terhadap lebih dari 120.000 konsumen. Ruas jalanan di sekitar lokasi kejadian juga ditutup sementara dan banyak lampu lalu lintas yang ikut padam.

Dua orang yang terjebak di dalam pesawat ringan yang tersangkut di kabel bertegangan tinggi itu dilaporkan masih hidup, namun upaya penyelamatan terus berlangsung.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Montgomery County, Scott Goldstein, menuturkan para petugas penyelamat terus melakukan komunikasi dengan dua orang yang terjebak di dalam pesawat ringan tersebut. Namun Goldstein menolak untuk kondisi kedua orang tersebut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT