Kecam Rezim, Keponakan Pemimpin Tertinggi Iran Ditangkap!

ADVERTISEMENT

Kecam Rezim, Keponakan Pemimpin Tertinggi Iran Ditangkap!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 12:45 WIB
In this photo released by an official website of the office of the Iranian supreme leader, Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei delivers his sermon in the Friday prayers at Imam Khomeini Grand Mosque in Tehran, Iran, Friday, Jan. 17, 2020. Irans supreme leader said President Donald Trump is a
Ayatollah Ali Khamenei (dok. Office of the Iranian Supreme Leader via AP)
Teheran -

Otoritas Iran menangkap keponakan perempuan dari pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Penangkapan keponakan Khamenei itu dilakukan setelah dia mengecam rezim Teheran yang dipimpin pamannya sendiri sebagai 'rezim pembunuh dan pembunuh anak' dalam sebuah video.

Seperti dilansir AFP, Senin (28/11/2022), Farideh Moradkhani berasal dari cabang keluarga yang memiliki riwayat menentang kepemimpinan ulama Iran. Dia sebelumnya juga pernah mendekam di penjara Iran.

Kabar penangkapan Farideh diungkapkan oleh saudara laki-lakinya, Mahmoud Moradkhani, via Twitter. Dituturkan Mahmoud bahwa Farideh ditangkap pada Rabu (23/11) pekan lalu setelah mendatangi kantor jaksa setempat untuk memenuhi panggilan.

Pada Sabtu (26/11) waktu setempat, Mahmoud memposting sebuah video ke situs berbagi video YouTube, dengan tautannya dibagikan via Twitter. Video itu menunjukkan Farideh mengecam 'penindasan yang jelas dan nyata' yang dialami warga Iran, dan mengkritik tidak adanya respons keras dari komunitas internasional.

"Orang-orang bebas, bersamalah dengan kami! Beritahu pemerintah Anda untuk berhenti mendukung rezim pembunuh dan pembunuh anak ini," cetus Farideh dalam video tersebut.

"Rezim ini tidak taat pada prinsip-prinsip keagamaan dan tidak mengenal hukum atau aturan apa pun kecuali kekerasan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara apa pun yang mungkin dilakukan," sebutnya.

Tidak diketahui secara jelas kapan video itu direkam.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT