Jelang Iran vs AS, Ini Konflik Politik 'Merembet' ke Sepak Bola

ADVERTISEMENT

Jelang Iran vs AS, Ini Konflik Politik 'Merembet' ke Sepak Bola

Indra Komara - detikNews
Minggu, 27 Nov 2022 14:05 WIB
DOHA, QATAR - NOVEMBER 21: The adidas Al Rihla FIFA World Cup match ball is seen prior to the FIFA World Cup Qatar 2022 Group B match between England and IR Iran at Khalifa International Stadium on November 21, 2022 in Doha, Qatar. (Photo by Hector Vivas - FIFA/FIFA via Getty Images)
Ilustrasi bola Piala Dunia. (Foto: Hector Vivas/FIFA/Getty Images)
Jakarta -

Kondisi sosial politik dunia terkadang tidak bisa dilepaskan dari ajang olahraga, termasuk Piala Dunia. Piala Dunia Qatar 2022 akan mempertemukan Iran melawan musuh bebuyutan diplomatik mereka, Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir AFP, Minggu (27/11/2022), berikut ini kondisi geopolitik yang merembet ke sejumlah momen laga Piala Dunia:

Prancis Vs Itali Tahun 1938

Setahun sebelum Perang Dunia II pecah, juara bertahan Italia tiba di Prancis dengan politik menjadi pusat perhatian. Kala itu Prancis menjadi tuan rumah pertandingan.

Pemimpin Italia saat itu, diktator fasis Benito Mussolini, Itali dicemooh ketika pemain memasuki lapangan di stadion dekat Paris.

Kala itu para pemain tidak terpengaruh dan bermain dengan 'Kaus Hitam' Mussolini yang terkenal kejam. Dalam pertandingan itu Itali memenangkan pertandingan 3-1 dan kemudian memenangkan kompetisi.

Jerman Timur Vs Jerman Barat Tahun 1974

Laga Jerman Timur Vs Jerman Barat tahun 1974 menjadi satu-satunya pertandingan di tingkat internasional selama periode Jerman dibagi dari 1949-1990. Disebut sebagai 'pertempuran saudara-saudara' dan pada puncak Perang Dingin, ketegangan tinggi terlihat sehingga muncul larangan bertukar baju di akhir pertandingan.

Dengan kekhawatiran akan aktivitas teroris, pertandingan tersebut dikategorikan berisiko tinggi. Pasukan bersenjata ditempatkan di sekitar stadion.

Dalam pertandingan itu Jerman Timur bermain di Piala Dunia pertama kalinya dan menang 1-0. Meskipun akhirnya Jerman Barat memenangkan turnamen.

Inggris Vs Argentina Tahun 1986

Bentrokan sengit terjadi di Meksiko empat tahun setelah kekalahan Argentina dari Inggris dalam Perang Falklands.

Argentina balas dendam lewat ajang Piala Dunia di mana saat itu menang di perempat final dengan skor 2-1. Diego Maradona mencetak dua gol.

Gol pertamanya adalah gol 'Tangan Tuhan' yang terkenal. Kemudian upaya soloran Maradona untuk memastikan kemenangan.

"Itu adalah final bagi kami. Ini bukan tentang memenangkan pertandingan, ini tentang menyingkirkan Inggris," kata Maradona.

Iran Vs Amerika Serikat Tahun 1998

Perdamaian muncul di balik pra-kick off antara AS dan Iran di Piala Dunia 1998. Pertandingan ini disebut sebagai salah satu yang paling politis dalam sejarah permainan, dimulai dengan sikap rekonsiliasi dari para pemain Iran, memberikan karangan bunga mawar putih kepada lawan mereka di AS.

Sejak revolusi Islam 1979, Iran dan AS telah berselisih. Iran mengalahkan AS dengan skor 2-1 dan menyingkirkan AS dari Piala Dunia.

Swiss Vs Serbia Tahun 2018

Bentrokan ini menyebabkan protes keras di Serbia setelah dua pemain Swiss asal Albania (Kosovo dan Labnai) merayakan gol mereka dengan gerakan elang dua untuk meniru elang hitam di bendera Albania, yang dianggap oleh Serbia sebagai provokasi nasionalis.

Simbol elang dua dipandang sebagai simbol pembangkangan di Kosovo yang mendeklarasikan kemerdekaan pada 2008 dalam langkah yang ditolak Serbia.

Granit Xhaka, yang lahir di Kosovo, melakukan gerakan tersebut setelah dia mencetak gol pertama Swiss dan Xherdan Shaqiri mengulanginya setelah gol terakhirnya yang memastikan kemenangan 2-1. FIFA mendenda para pemain meskipun mereka lolos dari larangan.

Lihat juga Video: Jelang Match Spanyol Vs Jerman, Enrique Prediksi Laga Saling Serang

[Gambas:Video 20detik]



(idn/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT