Demo Tolak Kekerasan terhadap Perempuan di Istanbul, Belasan Orang Diamankan

ADVERTISEMENT

Demo Tolak Kekerasan terhadap Perempuan di Istanbul, Belasan Orang Diamankan

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 26 Nov 2022 04:32 WIB
ilustrasi pria diborgol
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Polisi mengamankan puluhan orang di Istanbul pada hari Jumat dalam demonstrasi. Aksi demonstrasi itu untuk menandai hari penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Dilansir AFP, Sabtu (26/11/2022), protes ini diadakan di Taksim Square, tempat berkumpulnya demonstrasi tradisional. Protes ini disebut tidak memiliki izin. Polisi anti huru hara dikerahkan dan para pengunjuk rasa dihalangi oleh serangkaian penghalang yang menghalangi jalan-jalan.

"Barikade untuk para pembunuh, bukan untuk para wanita," bunyi salah satu spanduk yang dibawa oleh pengunjuk rasa.

Unjuk rasa, yang disebut dengan "platform 25 November", sebuah koalisi kelompok perempuan, membawa ratusan orang turun ke jalan.

Mereka meneriakkan dalam bahasa Turki dan Kurdi Wanita, Kehidupan, Kebebasan, mengambil slogan wanita Iran dalam perjuangan mereka melawan rezim garis keras. Iran memiliki diaspora besar di Turki, yang diperkirakan berjumlah 120.000 orang pada tahun 2021.

Sekelompok aktivis membentangkan spanduk di depan polisi yang menyatakan: "Demi kebebasan kami, kami tidak tinggal diam, kami tidak menyerah pada hidup kami, kami tidak tunduk pada kekerasan negara patriarki."

Yesim Tukel, anggota platform 25 November, mengatakan: "Polisi yang tidak melakukan intervensi terhadap pelaku kekerasan terhadap perempuan atau pembunuh perempuan, menutup semua jalan menuju Taksim dengan alasan keamanan.

"Kami tidak takut dengan kekerasan negara hari ini," kata sesama aktivis Burcu Gulcubuk.

"Kami di sini mengatakan bahwa kami tidak akan tunduk dan kami tidak akan dibungkam dalam menghadapi kekerasan seperti itu," sambungnya.

"Suatu hari polisi yang menyerang kita ini akan pergi dan jalan-jalan ini akan menjadi milik kita lagi," tambahnya.

Dalam menghadapi tindakan keras terhadap sebagian besar protes publik, gerakan perempuan dan LGBT adalah yang terbaru untuk menyerukan demonstrasi skala besar di Turki.

Simak juga 'Turki Serang Ladang Minyak di Perbatasan Suriah':

[Gambas:Video 20detik]




(eva/eva)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT