Anwar Ibrahim Buka Pintu untuk Koalisi Muhyiddin Gabung Pemerintahan

ADVERTISEMENT

Anwar Ibrahim Buka Pintu untuk Koalisi Muhyiddin Gabung Pemerintahan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 25 Nov 2022 12:33 WIB
Kuala Lumpur -

Perdana Menteri (PM) baru Malaysia Anwar Ibrahim mengonfirmasi pemerintahannya akan disebut 'Persatuan Nasional' dan terdiri atas koalisi Pakatan Harapan yang dipimpinnya, juga koalisi Barisan Nasional dan Gabungan Partai Sarawak sebagai pilar-pilar utama.

Namun Anwar menyatakan juga masih membuka pintu untuk koalisi atau partai politik lainnya yang ingin bergabung. Seruan ini diduga merujuk pada koalisi Perikatan Nasional yang dipimpin mantan PM Muhyiddin Yassin, yang mempersoalkan penunjukan Anwar sebagai PM.

Dalam konferensi pers pada Kamis (24/11) siang, Muhyiddin menegaskan dirinya juga memiliki cukup dukungan mayoritas parlemen untuk membentuk pemerintahan baru. Konferensi pers itu digelar Muhyiddin didampingi jajaran ketua partai anggota koalisi Perikatan Nasional, usai Anwar ditunjuk menjadi PM oleh Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah dan menjelang pelantikan di Istana Negara.

Muhyddin, dalam konferensi pers, bahkan menantang Anwar untuk membuktikan dukungan mayoritas parlemen yang dimilikinya, demi menunjukkan kepada rakyat bahwa dia memang layak menjadi PM.

Seperti dilansir Malay Mail, Jumat (25/11/2022), Anwar tidak secara langsung menanggapi keberatan Muhyiddin. Namun dalam konferensi pers pertama sebagai PM Malaysia, Anwar menegaskan dirinya memiliki 'komitmen penuh' dari seluruh 30 anggota parlemen dari koalisi Barisan Nasional yang dipimpin UMNO.

Dia juga menyebut dukungan dari koalisi Gabungan Partai Sarawak juga telah didapatkannya.

Namun dengan adanya dukungan-dukungan itu, Anwar menyatakan dirinya masih siap untuk menerima bergabungnya partai atau koalisi lainnya ke dalam pemerintahan 'Persatuan Nasional', seperti yang sebelumnya diusulkan Sultan Abdullah setelah tidak ada koalisi yang memenangkan pemilu 19 November dengan suara mayoritas mutlak.

"Saya memiliki pandangan yang sangat terbuka. Ini adalah pemerintahan 'Persatuan Nasional'; semuanya diterima, dengan syarat Anda menerima aturan dasar pemerintahan yang baik, tidak ada korupsi, dan Malaysia untuk semua rakyat Malaysia," cetus Anwar.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT