Aljazair Hukum Mati 49 Orang Atas Pembunuhan Seorang Pria

ADVERTISEMENT

Aljazair Hukum Mati 49 Orang Atas Pembunuhan Seorang Pria

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 25 Nov 2022 11:53 WIB
Caucasian woman holding gavel
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tolimir)
Jakarta -

Pengadilan Aljazair menjatuhkan hukuman mati kepada 49 orang atas pembunuhan seorang pria yang secara keliru dituduh memulai kebakaran hutan yang mematikan pada Agustus tahun lalu.

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (25/11/2022), sejumlah orang memukuli Djamel Ben Ismail, 38 tahun, hingga tewas setelah dia menyerahkan diri ke kantor polisi di wilayah Tizi Ouzou. Dia mendatangi kantor polisi setelah dia mendengar bahwa dirinya dicurigai melakukan pembakaran, yang menewaskan sedikitnya 90 orang di seluruh negara Afrika Utara itu.

Belakangan diketahui bahwa Ben Ismail telah menuju ke wilayah tersebut sebagai sukarelawan untuk membantu memadamkan kebakaran.

Pengadilan di Dar El Beida pada hari Kamis (24/11) "menghukum mati 49 orang atas pembunuhan (Ben Ismail) dan mutilasi tubuhnya," lapor kantor berita Aljazair, APS.

Pengadilan juga menjatuhkan hukuman penjara kepada 28 terdakwa lainnya, yang berkisar mulai dari dua tahun penjara hingga satu dekade tanpa pembebasan bersyarat, kata APS.

Video yang diposting online pada saat itu menunjukkan kerumunan orang mengepung sebuah mobil polisi dan memukuli seorang pria di dalamnya, kemudian menyeretnya keluar dan membakarnya, dengan beberapa orang berfoto selfie.

Gambar-gambar yang mengejutkan itu dibagikan secara luas dan memicu kemarahan di Aljazair.

Kelompok hak asasi manusia Aljazair, LADDH menyerukan ketenangan dan mereka yang bertanggung jawab atas "pembunuhan keji" agar diadili.

"Gambar-gambar ini merupakan trauma lain bagi keluarga dan orang-orang Aljazair, yang sudah terkejut oleh kebakaran itu," kata LADDH.

Ayah korban, Noureddine Ben Ismail, dipuji secara luas karena menyerukan ketenangan dan "persaudaraan" di antara warga Aljazair meskipun putranya dibunuh.

Aljazair hingga saat ini masih mempertahankan moratorium pelaksanaan hukuman mati sejak eksekusi mati terakhir pada tahun 1993.

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT