Roket Rusia Hantam Rumah Sakit Ukraina, Bayi Baru Lahir Tewas

ADVERTISEMENT

Roket Rusia Hantam Rumah Sakit Ukraina, Bayi Baru Lahir Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 15:12 WIB
Rescuers work at the site of a residential building heavily damaged by a Russian missile strike, amid their attack on Ukraine, in Zaporizhzhia, Ukraine October 6, 2022.  REUTERS/Stringer
Ilustrasi -- Dampak serangan Rusia di wilayah Ukraina (dok. REUTERS/Stringer)
Kiev -

Tragis! Seorang bayi yang baru lahir dilaporkan tewas akibat serangan roket Rusia yang menghantam bangsal bersalin di sebuah rumah sakit yang ada di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina. Serangan itu terjadi saat proses bersalin sedang berlangsung di rumah sakit tersebut.

Seperti dilansir AFP, Rabu (23/11/2022), dinas urusan darurat Ukraina melaporkan serangan roket Rusia menghantam rumah sakit di Zaporizhzhia, yang diklaim telah dicaplok Moskow, pada Selasa (22/11) malam hingga Rabu (23/11) waktu setempat.

"Di kota Vilniansk di wilayah Zaporizhzhia, akibat serangan roket terhadap rumah sakit lokal di wilayah tersebut, gedung dua lantai yang menjadi lokasi ruang bersalin hancur," sebut para petugas penyelamat Ukraina via media sosial.

Mereka menambahkan bahwa serangan roket menghantam saat tengah berlangsung proses bersalin di rumah sakit itu. Disebutkan bahwa 'seorang wanita yang melahirkan dengan bayi yang baru lahir, juga seorang dokter' ada di dalam gedung yang terkena serangan.

"Akibat serangan itu, seorang bayi yang dilahirkan tahun 2022 meninggal dunia, sedangkan seorang wanita dan sang dokter berhasil diselamatkan dari puing-puing," tutur para petugas penyelamat.

Presiden Volodymyr Zelensky dalam pernyataannya menuduh Rusia telah membawa 'teror dan pembunuhan' ke Ukraina, saat menanggapi serangan yang menewaskan bayi yang baru lahir itu.

"Musuh telah sekali lagi memutuskan untuk berusaha mencapai apa yang tidak bisa dicapai selama sembilan bulan dengan teror dan pembunuhan, dan itu tidak akan bisa dicapai," sebut Zelensky via media sosial.

"Sebaliknya, mereka hanya akan dimintai pertanggungjawaban atas semua kejahatan yang telah dibawanya ke negara kita," cetusnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT