Wapres AS Terbang ke Pulau Dekat Laut China Selatan

ADVERTISEMENT

Wapres AS Terbang ke Pulau Dekat Laut China Selatan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 11:28 WIB
U.S. Vice President Kamala Harris speaks during a female empowerment forum in Manila, Philippines, Monday Nov. 21, 2022. (Francis Malasig, Pool Photo via AP)
Wapres AS Kamala Harris dalam kunjungan ke Manila, Filipina (Francis Malasig, Pool Photo via AP)
Manila -

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris terbang ke Pulau Palawan yang ada di bagian barat Filipina dan terletak dekat Laut China Selatan yang menjadi sengketa. Kunjungan ke Pulau Palawan ini dilakukan Harris pada Selasa (22/11) waktu setempat, saat melakukan kunjungan kenegaraan di Filipina.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (22/11/2022), Harris mengunjungi pulau dekat Laut China Selatan itu untuk memperkuat dukungan AS terhadap Filipina, sekutunya, dan menggarisbawahi kepentingan AS dalam kebebasan navigasi di perairan sengketa, di mana Washington DC berulang kali menegur China atas tindakannya yang berpotensi memicu perang di kawasan itu.

Konflik teritorial yang berkepanjangan di Laut China Selatan yang melibatkan beberapa negara, seperti China, Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei telah sejak lama dianggap sebagai titik nyala Asia dan salah satu fokus dalam persaingan AS-China di kawasan.

Di Puerto Princesa, kota utama Pulau Palawan, Harris akan mengunjungi komunitas nelayan yang disebut Tagburos dan melakukan diskusi dengan penduduk desa miskin soal dampak penangkapan ikan ilegal terhadap mata pencaharian mereka dan mempromosikan penangkapan ikan yang bertanggung jawab.

Penjaga pantai Filipina menyatakan akan menyambut Harris ke dalam salah satu kapal patroli terbesarnya, BRP Teresa Magbanua, di pelabuhan Puerta Princesa. Di sana, Harris dijadwalkan menyampaikan pidato yang menggarisbawahi pentingnya hukum internasional, kebebasan navigasi dan perdagangan tanpa hambatan di Laut China Selatan.

Harris, menurut kantor Wapres AS, juga akan mengumumkan bantuan tambahan US$ 7,5 juta untuk lembaga penegakan hukum maritim Filipina, untuk meningkatkan kapasitas menangkal penangkapan ikan ilegal, melakukan pengawasan laut dan membantu upaya pencarian-penyelamatan, termasuk di Laut China Selatan.

Penjaga pantai Filipina juga akan mendapatkan bantuan AS untuk meng-upgrade sistem manajemen lalu lintas kapal demi keselamatan lebih baik di lautan. Menurut kantor Wapres AS, Filipina sekarang juga menerima data pengawasan real-time yang mampu mendeteksi dan menangkal aktivitas terlarang di lautan, dalam proyek Quadrilateral Security Dialogue -- blok strategis informal yang melibatkan AS, India, Jepang dan Australia.

Kunjungan Harris ke Pulau Palawan itu dilakukan setelah konfrontasi baru terjadi antara Manila dan Beijing di perairan Laut China Selatan. Pada Minggu (20/11) waktu setempat. Kapal penjaga pantai China disebut secara paksa merebut puing roket yang ditemukan dan ditarik kapal Angkatan Laut Filipina menuju Pulau Thitu.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT