Tingkatkan Hubungan, Wapres AS Bertemu Presiden Filipina

ADVERTISEMENT

Tingkatkan Hubungan, Wapres AS Bertemu Presiden Filipina

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 13:20 WIB
U.S. Vice President Kamala Harris listens during a roundtable discussion at the NAACP National Convention in Atlantic City, New Jersey, U.S., July 18, 2022. REUTERS/Hannah Beier/File Photo
Wapres AS Kamala Harris (Foto: REUTERS/Hannah Beier/File Photo)
Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat Kamala Harris akan bertemu dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr pada hari Senin (21/11). Kunjungan Harris ke Filipina ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan dengan Filipina dan melawan pengaruh regional China yang berkembang.

Dilansir kantor berita AFP, Senin (21/11/2022), Harris adalah pejabat tertinggi AS yang mengunjungi Manila sejak Marcos menjabat presiden pada Juni, menandakan hubungan yang meningkat antara kedua sekutu lama tersebut setelah bertahun-tahun hubungan yang dingin di bawah pendahulunya yang bersahabat dengan Beijing, Rodrigo Duterte.

Wapres AS tersebut juga akan bertemu dengan Wapres Filipina Sara Duterte, putri Duterte.

Amerika Serikat memiliki hubungan yang panjang dan rumit dengan Filipina -- dan keluarga Marcos. Ayah Marcos Jr, mendiang diktator Ferdinand Marcos memerintah bekas koloni AS itu selama dua dekade dengan dukungan Washington.

Washington sekarang berusaha untuk memperkuat aliansi keamanannya dengan Manila di bawah kepresidenan Marcos Jr.

Itu termasuk perjanjian pertahanan bersama dan pakta 2014, yang dikenal dengan singkatan EDCA, yang memungkinkan militer AS menyimpan peralatan dan pasokan pertahanan di lima pangkalan Filipina.

Ini juga memungkinkan pasukan AS untuk dirotasi di pangkalan-pangkalan militer tersebut.

Kunjungan Harris ke Filipina adalah bagian dari upaya AS untuk menghilangkan keraguan akan komitmennya di Asia-Pasifik seiring China secara agresif memperluas pengaruh regionalnya.

Itu terjadi setelah Harris dan Presiden AS Joe Biden bertemu secara terpisah dengan Presiden China Xi Jinping pekan lalu.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT