Mendagri Jepang Mengundurkan Diri, Sudah 3 Menteri Mundur dalam Sebulan

ADVERTISEMENT

Mendagri Jepang Mengundurkan Diri, Sudah 3 Menteri Mundur dalam Sebulan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 12:00 WIB
Japans Minister for Internal Affairs and Communications Minoru Terada arrives at Prime Minister Fumio Kishidas official residence in Tokyo, Japan August 10, 2022. REUTERS/Issei Kato/File Photo
Mendagri Jepang Minoru Terada (REUTERS/Issei Kato/File Photo)
Tokyo -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jepang Minoru Terada mengundurkan diri terkait keterlibatannya dalam skandal pendanaan. Terada menjadi menteri ketiga dalam jajaran pemerintahan Perdana Menteri (PM) Fumio Kishida yang mengundurkan diri dalam waktu kurang dari sebulan terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Senin (21/11/2022), angka kepuasan publik Kishida merosot setelah pembunuhan mantan PM Shinzo Abe pada Juli lalu, yang mengungkap hubungan yang mendalam dan sejak lama antara para politikus Partai Demokratik Liberal (LDP) yang berkuasa dan Gereja Unifikasi yang kontroversial.

Terada mengajukan pengunduran dirinya kepada Kishida pada Minggu (20/11) waktu setempat, setelah laporan media menyebut PM Jepang itu bersiap memecatnya. Pada Senin (21/11) waktu setempat, Kishida menunjuk mantan Menteri Luar Negeri Takeaki Matsumoto untuk menggantikan Terada.

"Landasan komitmen politik adalah kepercayaan publik," ucap Kishida kepada wartawan usai menunjuk Matsumoto sebagai Mendagri yang baru.

"Sebagai seorang politikus, saya harus mengamankan kepercayaan publik dengan menguatkan dan memeriksa sekitar saya," imbuhnya.

Jajak pendapat yang digelar akhir pekan, menurut Asahi TV, sebelum Terada mundur, menunjukkan hanya 30,5 persen responden yang merasa puas dengan kinerja Kishida. Angka itu menurun 2,6 poin dibandingkan jajak pendapat pada Oktober lalu.

Lebih dari separuh atau 51 persen tidak merasa puas dengan cara Kishida menangani pengunduran diri dua menteri lainnya, Menteri Revitalisasi Ekonomi Daishiro Yamagiwa dan Menteri Kehakiman Yasuhiro Hanashi.

Terada yang dikecam karena terlibat skandal pendanaan, telah mengakui bahwa salah satu kelompok pendukungnya menyerahkan dokumen pendanaan yang seolah-olah ditandatangani oleh orang yang telah meninggal dunia.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT