Hasil Pemilu Malaysia 2022: Saling Klaim Menang, Muncul Parlemen Gantung

ADVERTISEMENT

Hasil Pemilu Malaysia 2022: Saling Klaim Menang, Muncul Parlemen Gantung

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 20 Nov 2022 15:26 WIB
Hasil Pemilu Malaysia 2022
Hasil Pemilu Malaysia 2022 | Foto: AP/Vincent Thian
Jakarta -

Hasil Pemilu Malaysia 2022 sudah diperoleh. Pemilihan Umum (Pemilu) Malaysia 2022 rampung digelar pada 19 November 2022. Hasil pemilu ini menentukan suara mayoritas dalam parlemen, dengan partai atau koalisi yang menang berhak membentuk pemerintahan baru dan menentukan Perdana Menteri (PM) berikutnya.

Untuk diketahui, pertarungan utama dalam pemilu parlemen kali ini terjadi antara koalisi Barisan Nasional yang dipimpin Partai Organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO) yang kini berkuasa, koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin tokoh oposisi Anwar Ibrahim, dan koalisi Perikatan Nasional yang dipimpin mantan PM Muhyiddin Yassin.

Dibutuhkan sedikitnya 112 kursi dari total 222 kursi untuk dapat meraup suara mayoritas dalam parlemen Malaysia. Koalisi atau partai yang meraup mayoritas kursi dalam pemilu parlemen akan bertugas membentuk pemerintahan baru dan menentukan PM berikutnya.

Berikut ini fakta-fakta terkini seputar hasil pemilu Malaysia 2022.

Hasil Pemilu Malaysia 2022: Anwar Ibrahim Menang

Pemilu Malaysia 2022 telah berakhir. Dua calon PM Malaysia yakni Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin, sama-sama mengklaim kemenangan masing-masing. Pemenang dari hasil pemilu parlemen Malaysia tahun 2022 dapat membentuk pemerintahan baru dan menentukan PM berikutnya usai pemilihan umum.

Seperti dilansir Channel News Asia dan Nikkei Asia, Minggu (20/11), pemungutan suara pada Sabtu (19/11) kemarin menghasilkan perolehan suara yang ketat. Pakatan Harapan yang mengusung pemimpin oposisi Anwar Ibrahim berhasil memenangkan sebanyak 82 kursi.

Sementara itu, Perikatan Nasional yang mengusung mantan perdana menteri Muhyiddin Yassin menyusul ketat dengan perolehan sebanyak 73 kursi.

Sedangkan, Koalisi Barisan Nasional yang mengusung perdana menteri Ismail Sabri Yaakob memperoleh 30 kursi. Selanjutnya oleh Gabungan Parti Sarawak (GPS) memiliki 22 kursi, Gabungan Rakyat Sabah (GRS) enam kursi, Partai Warisan Sabah tiga kursi, Partai Bangsa Malaysia satu kursi and dua kursi dimenangkan kandidat independen.

Hasil Pemilu Malaysia 2022Hasil Pemilu Malaysia 2022 | Foto: AP/Vincent Thian

Hasil Pemilu Malaysia 2022 Hadapi Parlemen Gantung

Hasil Pemilu Malaysia 2022 menunjukkan Malaysia menghadapi parlemen gantung untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Hal ini lantaran tak ada partai politik tunggal atau koalisi partai yang memperoleh jumlah kursi mayoritas absolut dalam parlemen.

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Minggu (20/11), hasil pemilihan umum di Malaysia yang memperebutkan 220 kursi bersaing ketat. Pakatan Harapan dengan Anwar Ibrahim menang 82 kursi, bersaing ketat dengan Perikatan Nasional bersama mantan perdana menteri Muhyiddin Yassin yang meraih 73 kursi. Sementara, Koalisi Barisan Nasional dengan perdana menteri Ismail Sabri Yaakob memperoleh 30 kursi dan Gabungan Parti Sarawak (GPS) memiliki 22 kursi.

Dengan gagalnya partai-partai utama memenangkan mayoritas, mereka kini harus membangun aliansi mayoritas untuk membentuk pemerintahan. Raja dalam konstitusi Malaysia juga dapat terlibat, karena ia memiliki kekuasaan untuk menunjuk Perdana Menteri, seorang anggota parlemen yang diyakini dapat memimpin mayoritas.

Tentang Pemilihan Umum Malaysia Tahun 2022

Seperti diberitakan sebelumnya, diketahui jumlah pemilih dalam pemilu Malaysia 2022 melampaui jumlah pemilih pada pemilu Malaysia tahun 2018 lalu. Seperti dilansir BBC Indonesia, 70 persen warga menggunakan hak pilihnya dalam pemilu parlemen tahun ini. Jumlah itu 2,5 juta lebih banyak dibanding jumlah pemilih sebelumnya pada 2018.

Adapun jumlah pemilih yang terdaftar dalam pemilu Malaysia 2022 adalah sebanyak 21 juta orang, termasuk 6,23 juta pemilih baru. Peningkatan jumlah pemilih dikarenakan adanya sistem pendaftaran otomatis bagi warga yang memenuhi syarat dan karena usia memilih diturunkan dari 21 menjadi 18 tahun untuk pertama kalinya. Tercatat ada 1,4 juta pemilih golongan usia 18-20, yang dikenal dengan sebutan Undi18.

Sistem pemilu di Malaysia mengadopsi model parlementer Inggris setelah merdeka sejak 1957. Tahun ini adalah pemilu Malaysia yang ke-15. Berdasarkan hasil Pemilu Malaysia, pihak yang memenangkan suara mayoritas dapat membentuk pemerintahan atau kabinet baru dan menentukan perdana menteri berikutnya.

Simak video 'Pemilu Malaysia: Anwar Ibrahim Unggul, Mahathir Keok':

[Gambas:Video 20detik]



(wia/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT