Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Sama-sama Klaim Menang Pemilu Malaysia

ADVERTISEMENT

Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Sama-sama Klaim Menang Pemilu Malaysia

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 20 Nov 2022 12:07 WIB
Pemungutan suara untuk Pemilihan Umum ke-15 Malaysia telah dimulai secara resmi hari ini. Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim bakal kembali bersaing setelah sempat bekerja sama pada Pemilu 2018.
Foto: Pemilu Malaysia (AP Photo)
Kuala Lumpur -

Pemilihan Umum Malaysia telah berakhir. Dua calon Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin, sama-sama mengklaim dapat membentuk pemerintahan usai pemilihan umum.

Dilansir dari Channel News Asia dan Nikkei Asia, Minggu (20/11/2022), pemungutan suara pada Sabtu (19/11) kemarin menghasilkan perolehan suara yang ketat. Pakatan Harapan yang mengusung pemimpin oposisi Anwar Ibrahim menang 82 kursi.

Perikatan Nasional yang mengusung mantan perdana menteri Muhyiddin Yassin menyusul ketat dengan 73 kursi.

Sementara, Koalisi Barisan Nasional yang mengusung Perdana Menteri Ismail Sabri memperoleh 30 kursi. Kemudian Gabungan Parti Sarawak (GPS) memiliki 22 kursi, Gabungan Rakyat Sabah (GRS) enam kursi, Partai Warisan Sabah tiga kursi, Partai Bangsa Malaysia satu kursi and dua kursi dimenangkan kandidat independen.

Dengan gagalnya partai-partai utama memenangkan mayoritas, mereka kini harus membangun aliansi mayoritas untuk membentuk pemerintahan. Raja dalam konstitusi Malaysia juga dapat terlibat, karena ia memiliki kekuasaan untuk menunjuk Perdana Menteri, seorang anggota parlemen yang diyakini dapat memimpin mayoritas.

Kini, Anwar dan Muhyiddin pun sama-sama mengklaim sudah bisa membentuk pemerintahan berikutnya, meski tidak mengungkap dengan siapa mereka bermitra.

Anwar yang memimpin Pakatan Harapan mengklaim bahwa koalisinya sudah memiliki cukup kursi untuk membentuk pemerintahan. Anwar mengaku sudah berbicara dengan sejumlah partai dan mengantongi 112 kursi.

"Pakatan Harapan telah membentuk blok terbesar di parlemen," kata Anwar.

Anwar mengatakan akan mengirimkan surat kepada Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah untuk merinci dukungannya.

Jika Anwar berhasil merebut jabatan puncak, itu akan menjadi perjalanan yang luar biasa bagi seorang politisi yang, dalam 25 tahun, beralih dari pewaris, menjadi perdana menteri, menjadi seorang tahanan yang dihukum karena sodomi hingga menjadi tokoh oposisi terkemuka negara itu.

Sementara, hal senada juga disampaikan mantan perdana menteri Muhyiddin. Muhyiddin menyatakan aliansinya akan membentuk pemerintahan berikutnya dengan bekerja sama dengan pihak lain.

Muhyiddin berharap untuk menyelesaikan diskusinya dengan koalisi lain pada sore ini, waktu setempat. Salah satu aliansinya adalah mitra junior dalam koalisi Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob.

Dalam pemilu kali ini, Muhyiddin menyajikan kejutan besar dengan menunjukkan kinerja yang kuat, menarik dukungan dari kubu-kubu tradisional pemerintah petahana.

Aliansi Muhyiddin mencakup partai konservatif Melayu-sentris dan partai Islamis yang menggembar-gemborkan syariah atau hukum Islam. Ras dan agama adalah isu yang memecah belah di Malaysia, di mana populasi etnis Melayu Muslim menjadi mayoritas dan etnis Cina dan India menjadi minoritas.

Untuk diketahui, hampir 1.000 kandidat memperebutkan kursi parlemen. Jumlah total kursi yang diperebutkan pada hari Sabtu adalah 220, bukan 222, menyusul penangguhan pemungutan suara di dua daerah pemilihan karena cuaca buruk dan kematian mendadak seorang kandidat.

Lawan lama Anwar, mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, gagal menang di daerah pemilihannya di Langkawi, menandai kekalahan pertamanya dalam pemilihan parlemen sejak 1969.

(mae/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT