Biden Sempat Salah Sebut 'Kamboja' Jadi 'Kolombia' di Depan PM Kamboja

ADVERTISEMENT

Biden Sempat Salah Sebut 'Kamboja' Jadi 'Kolombia' di Depan PM Kamboja

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Senin, 14 Nov 2022 04:06 WIB
President Joe Biden speaks outside Independence Hall, Thursday, Sept. 1, 2022, in Philadelphia. (AP Photo/Evan Vucci)
Foto: AP Photo/Evan Vucci
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Joe Biden sempat salah sebut nama negara Kamboja menjadi negara Kolombia saat melakukan pertemuan dengan blok regional Asia Tenggara ASEAN di Phnom Penh, Kamboja. Biden salah ucap nama negara saat membuka pembicaraan dengan para pemimpin regional Kamboja, termasuk Perdana Menteri Kamboja Hun Sen.

Seperti dilansir AFP, Senini (14/11/2022), momen salah sebut itu terjadi saat Biden menghadiri pertemuan Blok regional Asia Tenggara ASEAN di Phnom Penh, Kamboja. Dia mengucap terima kasih atas kepemimpinan Kolombia kepada Perdana Menteri Kamboja.

"Saya ingin berterima kasih kepada perdana menteri atas kepemimpinan Kolombia sebagai ketua ASEAN," kata Biden saat membuka pembicaraan dengan para pemimpin regional di Phnom Penh yang diketuai oleh Perdana Menteri Kamboja Hun Sen.

Biden mungkin memang tengah memikirkan negara Kolombia yang berada di selatan Amerika. Namun, nyatanya kesalahan ini bukan cuma sekali, sebelumnya Biden juga melakukan kesalahan yang sama saat berangkat dari Gedung Putih untuk perjalanan panjangnya ke Asia.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa dia "menuju ke Kolombia", sebelum dengan cepat mengoreksi dirinya sendiri dengan mengatakan "maksud saya Kamboja".

Biden, yang berusia 80 tahun bulan ini, telah dikenal sebagai mesin kesalahan untuk sebagian besar karirnya di Washington. Kesalahan terbarunya, meski secara geografis menantang, akan tetapi tidak lebih mencolok dibandingkan pernyataan Wakil Presiden AS Kamala Harris selama kunjungan bulan September ke zona demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan Selatan.

Dalam kesempatan itu Harris mengatakan bahwa AS memiliki "aliansi dengan Republik Korea Utara. Dan itu adalah aliansi yang kuat dan bertahan lama."

Simak Video 'Tari Pendet Sambut Kedatangan Joe Biden-Sergei Lavrov di Bali':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT