Ngerinya Pemutilasi Berantai India, Asyik Makan di Lokasi Pembunuhan

ADVERTISEMENT

Hitamnya Hitam

Ngerinya Pemutilasi Berantai India, Asyik Makan di Lokasi Pembunuhan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 06 Nov 2022 13:30 WIB
Man cuts of fresh piece of meat on a wooden cutting board in the home kitchen. A man in a striped apron with a big knife in his hands
Foto: Ilustrasi pisau daging (iStock)
New Delhi -

Chandrakant Jha adalah salah seorang pembunuh berantai yang paling terkenal di New Delhi, India. Ia dikenal begitu piawai memotong tiap bagian tubuh korbannya bak seorang tukang daging memotong daging sapi.

Dilansir IndiaToday, Chandrakant diketahui terlibat alam tujuh kasus pembunuhan dari tahun 1998 hingga 2007.

Pembunuhan pertamanya tercatat pada tahun 1998. Ia pun harus mendekam di penjara selama lebih dari tiga tahun. Ia dibebaskan pada tahun 2002 karena kurangnya bukti.

Setelah ini, dia melanjutkan untuk membunuh dan memutilasi setidaknya enam orang lagi. Meskipun dia ditangkap terkait dengan enam pembunuhan ini, dia berhasil lolos dari jerat empat kasus pembunuhan, sekali lagi karena kurangnya bukti.

Mutilasi Untuk Hilangkan Bukti

Chandrakant secara konsisten menghindari kecurigaan polisi dengan memutilasi korbannya dan menyebarkan bagian tubuh mereka di sekitar kota, sehingga sulit bagi polisi untuk mengidentifikasi korban dan pelaku kejahatan.

Dia akan melakukan semua ini untuk melampiaskan dendamnya kepada lembaga penegak hukum. Ini adalah caranya membalas dendam pada Polisi Delhi atas 'kekejaman' mereka terhadap Chandrakant. Chandrakant mengaku pernah mendapatkan kekerasan dari polisi. Bahkan istrinya juga turut ikut dipenjara.

Dalam dua kasus, sebuah catatan juga ditemukan dengan bagian tubuh yang dimutilasi ditemukan di luar Penjara Tihar.

Hakim juga memperhatikan dengan serius tuduhan Chandrakant terhadap polisi bahwa dia melakukan pembunuhan untuk membalas pelecehan polisi yang pernah dia alami.

Simak juga Video: 9 Orang Ditangkap Terkait Jembatan Ambruk di India

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT