Singapura Larang Film soal Agama dan LGBT, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

Singapura Larang Film soal Agama dan LGBT, Ini Alasannya

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 18 Okt 2022 15:28 WIB
Ilustrasi bioskop
Ilustrasi (dok. iStock)
Singapura -

Sebuah film buatan lokal bertemakan agama dan LGBT dilarang tayang oleh pemerintah Singapura karena dinilai berpotensi memicu 'perpecahan sosial'. Larangan terhadap berjudul #LookAtMe ini bertepatan dengan penayangannya dalam Festival Film Asia New York di Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir AFP, Selasa (18/10/2022), Otoritas Pengembangan Media Infokom (IMDA) menyatakan bahwa film berjudul #LookAtMe hasil karya pembuat film Singapura Ken Kwek itu 'melampaui pedoman klasifikasi film' dan tidak bisa ditayangkan secara lokal.

Film itu ditayangkan perdana pada Juli lalu di Film Festival Asia New York, di mana film tersebut bersaing untuk kategori 'Best Feature' dan telah memenangkan penghargaan Juri Khusus untuk 'Best Performance'.

IMDA dalam pernyataannya, yang dirilis bersamaan dengan Kementerian Budaya dan Dalam Negeri Singapura, menyebut film #LookAtMe itu 'merendahkan komunitas keagamaan dan memiliki potensi untuk memicu permusuhan dan perpecahan sosial dalam masyarakat Singapura yang multi-ras dan multi-agama'.

Film itu berkisah soal karakter utamanya yang tersinggung dengan pendirian seorang pendeta soal homoseksualitas dan memposting komentar bernada 'menghasut' di media sosial yang menjadi viral.

Ketegangan meningkat dalam film itu, dengan karakter protagonisnya 'merencanakan serangan balasan' terhadap sang pendeta, yang juga digambarkan terlibat dalam tindakan yang dilarang oleh keyakinan agamanya.

"Konteksnya mungkin terlihat menyarankan atau mendorong kekerasan terhadap pendekat," sebut IMDA dalam pernyataannya.

Simak juga 'Singapura Diteror Subvarian Omicron Baru XBB':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT