Eks Polisi Thailand Diduga dalam Pengaruh Narkoba Saat Bantai 36 Orang

ADVERTISEMENT

Eks Polisi Thailand Diduga dalam Pengaruh Narkoba Saat Bantai 36 Orang

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 14:46 WIB
In this mug shot released by the Nong Bua Lamphu Provincial Public Relations Office, a suspected assailant is shown in the attack in the town of Nongbua Lamphu, northern Thailand, Oct. 6, 2022. More than 30 people, primarily children, were killed Thursday when a gunman opened fire in a childcare center in northeastern Thailand and later killed himself, authorities said. (Nong Bua Lamphu Provincial Public Relations Office via AP)
Panya Khamrab (Nong Bua Lamphu Provincial Public Relations Office via AP)
Bangkok -

Motif pembantaian yang dilakukan mantan polisi Thailand, Panya Khamrab, masih misterius. Namun kepolisian setempat menduga Panya stres dan berada di bawah pengaruh narkoba saat melakukan penembakan dan penikaman massal yang menewaskan 36 orang, termasuk 24 anak-anak.

Seperti dilansir Bangkok Post, Jumat (7/10/2022), Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Jenderal Damrongsak Kittiprapas, menuturkan bahwa Panya yang berpangkat Sersan itu diberhentikan dari kepolisian pada Juni atas kepemilikan narkoba.

Disebutkan Kepolisian Thailand bahwa Panya sempat ditangkap pada 20 Januari lalu setelah kedapatan memiliki beberapa butir pil methamphetamine dan tuduhan itu telah diakui sendiri oleh Panya.

Pada Kamis (6/10) atau pada hari dia membantai 36 orang di tempat penitipan anak yang dikelola organisasi administrasi Uthai Sawan, Panya terlebih dulu menghadiri persidangan kasusnya di Pengadilan Nong Bua Lam Phu. Pengadilan memerintahkan Panya untuk kembali hadir pada Jumat (7/10) waktu setempat, untuk mendengarkan putusan.

"Dia mungkin stres dan di bawah pengaruh narkotika dan akibatnya melakukan tindakan tragis ini," sebut Damrongsak dalam pernyataannya.

"Pelaku menjadi gila, utamanya menggunakan sebuah pisau dan membunuh banyak anak. Setelah meninggalkan tempat penitipan anak, dia menggunakan pistol dan pisau untuk menyerang orang-orang sepanjang perjalanan. Kemudian dia tiba di rumahnya di mana dia dikepung dan mengakhiri nyawanya," imbuhnya.

Ibuna Panya, seperti dikutip Wakil Kepala Kepolisian Nasional Thailand Jenderal Torsak Sukwimol dalam pernyataan terpisah, menceritakan bahwa putranya terlihat stres setelah meninggalkan pengadilan setempat pada Kamis (6/10) pagi. Panya, menurut ibundanya, meminum sejumlah obat dan mulai merasa paranoid.

Simak video 'Horor Pembantaian Sadis di Thailand, 22 Anak Ditembak-Ditusuk':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT