AS Kirim Lagi Bantuan Militer Rp 9,5 T ke Ukraina

ADVERTISEMENT

AS Kirim Lagi Bantuan Militer Rp 9,5 T ke Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 13:30 WIB
Amerika Serikat mengirimkan senjata canggih untuk memperkuat Ukraina melawan Rusia. Salah satu senjata yang dikirim adalah sistem roket canggih M142 HIMARS.
Ilustrasi -- Sistem peluncur HIMARS buatan AS, yang diberikan kepada Ukraina sebagai bantuan militer (dok. AFP/Fadel Senna)
W -

Amerika Serikat (AS) akan mengirimkan paket bantuan militer tambahan senilai US$ 625 juta (Rp 9,5 triliun) untuk Ukraina yang terus diinvasi Rusia. Bantuan tambahan itu akan mencakup empat peluncur Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), amunisi, ranjau dan kendaraan antiranjau.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (4/10/2022), informasi itu diungkapkan oleh dua sumber yang mendapatkan pengarahan soal paket bantuan senilai US$ 625 juta itu. Disebutkan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden akan mengumumkan secara resmi pemberian paket bantuan itu pada Selasa (4/10) waktu setempat.

Bantuan tambahan ini menjadi paket bantuan pertama sejak Rusia meresmikan pencaplokan empat wilayah Ukraina yang diduduki Moskow pekan lalu. Bantuan ini juga menjadi pelaksanaan Wewenang Penarikan Presiden (PDA) kedua sejak Ukraina mendapatkan keuntungan besar dalam pertempuran dengan Rusia pada pertengahan September.

Kremlin mencaplok wilayah Ukraina setelah referendum digelar, yang hasilnya diklaim mendukung bergabungnya keempat wilayah Ukraina itu -- Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia dan Kherson -- dengan Federasi Rusia. Kiev dan negara-negara Barat menyebut referendum itu melanggar hukum internasional dan sarat pemaksaan.

Sementara itu, dengan menggunakan wewenang penarikan yang dimilik Presiden AS, empat peluncur HIMARS dan roket-roket terkait, sekitar 200 kendaraan antiranjau atau Mine-Resistant Ambush Protected (MRAP), amunisi untuk artileri Howitzer dan ranjau, akan bisa dikirimkan ke Ukraina dalam hitungan hari.

Wewenang Penarikan Presiden memungkinkan AS untuk mentransfer barang dan jasa dari pasokan yang ada, dengan cepat tanpa memerlukan persetujuan kongres sebagai respons atas situasi darurat.

Di sisi lain, ini menjadi paket bantuan pertama dari tahun fiskal 2023 dari pemerintah AS, yang saat ini berfungsi di bawah langkah stop-gap funding dan memampukan Biden untuk menarik surplus senjata hingga US$ 3,7 miliar untuk ditransfer ke Ukraina hingga pertengahan Desember.

Simak Video 'Pasukan Ukraina Ambil Alih Kendaraan Perang Rusia di Lyman':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT