Korsel Kutuk Peluncuran Rudal Balistik Korut ke Jepang

ADVERTISEMENT

Korsel Kutuk Peluncuran Rudal Balistik Korut ke Jepang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 12:31 WIB
FILE - This undated photo distributed on Sept. 16, 2017, by the North Korean government shows what was said to be the test launch of an intermediate range Hwasong-12 in North Korea. North Korea on Tuesday, Oct. 4, 2022 fired an intermediate-range ballistic missile over Japan for the first time in five years. Japanese Defense Minister Yasukazu Hamada said one launched Tuesday could be the same as the Hwasong-12 missile that North has fired four times in the past. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
rudal Korut (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
Jakarta -

Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol mengutuk uji coba rudal balistik jarak menengah yang baru saja dilakukan Korea Utara (Korut). Yoon berjanji akan ada "respons tegas" atas peluncuran rudal balistik yang terbang di atas wilayah Jepang itu.

"Provokasi terbaru Korea Utara ... jelas melanggar prinsip dan norma universal Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan [Yoon] memerintahkan respons tegas dan akan mengambil tindakan yang sesuai dengan bekerja sama dengan Amerika Serikat dan komunitas internasional", kata kantor kepresidenan Korsel, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (4/10/2022).

Seperti dilansir Reuters, Selasa (4/10/2022), pemerintah Jepang sebelumnya memperingatkan warganya untuk berlindung saat rudal Korut terlihat mengudara di atas wilayah Jepang sebelum jatuh ke perairan Samudra Pasifik. Itu menjadi momen pertama ketika rudal Korut mengudara melintasi wilayah Jepang sejak tahun 2017 lalu.

Pemerintah Jepang tidak menggunakan langkah pertahanan apapun untuk menghancurkan rudal Korut tersebut.

"Serangkaian tindakan Korea Utara, termasuk peluncuran rudal balistik berulang kali, mengancam perdamaian dan keamanan Jepang, kawasan dan komunitas internasional, dan memberikan tantangan serius bagi seluruh komunitas internasional, termasuk Jepang," tegas juru bicara pemerintah Jepang, Hirokazu Matsuno.

Matsuno menyebut rudal Korut itu mengudara sejauh 4.600 kilometer pada ketinggian maksimum 1.000 kilometer.

Selain memicu peringatan mengungsi bagi warga Jepang, seperti dilaporkan televisi nasional NHK, rudal Korut itu juga memaksa East Japan Railway Co untuk menangguhkan layanan kereta api di wilayah utara Jepang.

Simak Video 'Pyongyang Luncurkan 2 Rudalnya ke Arah Jepang':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT