Ukraina Rebut Pusat Logistik Rusia, Sekutu Putin Desak Gunakan Nuklir!

ADVERTISEMENT

Ukraina Rebut Pusat Logistik Rusia, Sekutu Putin Desak Gunakan Nuklir!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 11:46 WIB
Head of the Chechen Republic Ramzan Kadyrov (ะก), Interior Minister Ruslan Alkhanov (R) and Russias State Duma member Adam Delimkhanov attend a military parade on Victory Day, which marks the 77th anniversary of the victory over Nazi Germany in World War Two, in the Chechen capital Grozny, Russia May 9, 2022. REUTERS/Chingis Kondarov
Ramzan Kadyrov (tengah) (dok. REUTERS/Chingis Kondarov)
Moskow -

Keberhasilan pasukan Ukraina dalam merebut kembali Lyman, yang menjadi pusat logistik pasukan Rusia, telah memicu kemarahan sekutu dekat Presiden Vladimir Putin. Salah satu sekutu Putin bahkan menyerukan kemungkinan penggunaan senjata nuklir tingkat rendah.

Seperti dilansir Reuters, Senin (3/10/2022), seruan itu dilontarkan oleh pemimpin wilayah Chechnya di Rusia bagian selatan, Ramzan Kadyrov, setelah pasukan Rusia mengalami kekalahan pahit di Lyman.

Moskow belum menanggapi secara resmi soal klaim Ukraina berhasil merebut kembali Lyman. Namun, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pada Sabtu (1/10) waktu setempat, bahwa tentaranya ditarik keluar dari area Lyman 'terkait adanya ancaman pengepungan'.

"Menurut pendapat pribadi saya, langkah-langkah lebih drastis harus diambil, hingga deklarasi darurat militer di area-area perbatasan dan penggunaan senjata nuklir berdaya ledak rendah," cetus Kadyrov dalam pernyataannya via Telegram.

Selain Kadyrov, beberapa pejabat tinggi Rusia lainnya termasuk mantan Presiden Dmitry Medvedev, juga sekutu dekat Putin, ikut mencetuskan penggunaan senjata nuklir. Namun, seruan Kadyrov itu menjadi yang paling mendesak dan eksplisit.

Pekan lalu, Putin menyatakan dirinya tidak menggertak ketika mengatakan siap mempertahankan 'integritas teritorial' Rusia dengan semua cara yang tersedia. Pada Jumat (30/9) lalu, dia memperjelas bahwa perlindungan itu akan mencakup hingga ke wilayah-wilayah yang baru dicaplok Moskow.

Amerika Serikat (AS) sebelumnya menyatakan pihaknya akan merespons secara tegas setiap penggunaan senjata nuklir.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT