Bolsonaro Kalah dari Lula, Pilpres Brasil Lanjut ke Putaran Kedua

ADVERTISEMENT

Bolsonaro Kalah dari Lula, Pilpres Brasil Lanjut ke Putaran Kedua

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 09:56 WIB
(FILES) This file photo taken on September 15, 2021 shows Brazilian President Jair Bolsonaro attending the Marechal Rondon Communications Award ceremony at the Planalto Palace in Brasilia. - Brazilian President Jair Bolsonaro was urgently hospitalized early on January 3, 2022 morning for treatment of a probable intestinal obstruction, local media reported. (Photo by EVARISTO SA / AFP)
Presiden Brasil Jair Bolsonaro (dok. AFP/EVARISTO SA)
Brasilia -

Presiden Brasil Jair Bolsonaro kalah dari pesaing utamanya Luiz Inacio Lula da Silva dalam pemilihan presiden (pilpres) yang digelar pada 2 Oktober. Namun karena perolehan suara masing-masing capres tidak ada yang melebihi 50 persen, maka pilpres akan berlanjut ke putaran kedua yang akan digelar akhir bulan ini.

Seperti dilansir CNN, Senin (3/10/2022), dengan lebih dari 97 persen suara telah dihitung pada Minggu (2/10) malam waktu setempat, hasil pilpres yang dirilis Pengadilan Tinggi Pemilu Brasil (TSE) menunjukkan Lula unggul tipis atas Bolsonaro, namun jumlah suaranya tidak cukup untuk mengklaim kemenangan.

Lula dan Bolsonaro pun akan kembali berhadapan dalam putaran kedua yang dijadwalkan digelar 30 Oktober mendatang.

Pilpres Brasil digelar Minggu (2/10) waktu setempat, setelah musim kampanye yang diwarnai serangan verbal dan rentetan insiden sarat kekerasan antara para pendukung Bolsonaro dan Lula.

Kampanye pilpres itu tampaknya telah meningkatkan jumlah pemilih yang signifikan, dengan antrean panjang terlihat di tempat-tempat pemungutan suara. Menurut jajak pendapat Datafolha yang dirilis Kamis (29/9) lalu, sebanyak 85 persen pemilih menyatakan telah menentukan pilihan mereka dalam pilpres.

Selain Bolsonaro yang menjadi kandidat petahana dan Lula yang bukan kandidat baru karena dia pernah menjabat sebagai mantan Presiden Brasil, beberapa capres lainnya juga mencalonkan diri dalam pilpres, namun tertinggal jauh perolehan suaranya di belakang kedua capres utama.

"Kami tidak menginginkan lebih banyak perselisihan, kami menginginkan sebuah negara yang hidup dalam damai. Ini merupakan pemilu paling penting. Saya sangat senang," ucap Lula kepada wartawan setempat, setelah menggunakan hak suara bersama istrinya, Rosangela da Silva di Sao Paulo.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT