AS Akan Tahu Jika Rusia Sedang Siapkan Serangan Nuklir di Ukraina

ADVERTISEMENT

AS Akan Tahu Jika Rusia Sedang Siapkan Serangan Nuklir di Ukraina

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 01 Okt 2022 11:07 WIB
Russian soldiers walk through the debris of the Metallurgical Combine Azovstal, in Mariupol, on the territory which is under the Government of the Donetsk Peoples Republic control, eastern Ukraine, Monday, June 13, 2022. The plant was almost completely destroyed during the siege of Mariupol. This photo was taken during a trip organized by the Russian Ministry of Defense. (AP Photo)
tentara Rusia di Ukraina (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Kekhawatiran akan penggunaan senjata nuklir oleh Rusia meningkat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan pencaplokan empat wilayah Ukraina. Para ahli senjata nuklir mengatakan bahwa Amerika Serikat hampir pasti akan mengetahui sebelumnya jika Rusia sedang mempersiapkan serangan nuklir di Ukraina, dan Moskow mungkin sangat menginginkan itu diketahui.

Putin sebelumnya telah menyinggung kemungkinan penggunaan senjata nuklir jika "integritas teritorial" atau eksistensi Rusia terancam.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (1/10/2022), pengumuman Moskow pada hari Jumat bahwa pihaknya mencaplok empat wilayah Ukraina yang sebagian didudukinya itu, berpotensi bahwa Rusia bisa mempertimbangkan untuk menanggapi serangan di wilayah-wilayah yang diklaim itu dengan serangan nuklir.

Menurut para ahli senjata nuklir, jika eskalasi seperti itu terjadi, mungkin dalam bentuk senjata nuklir taktis yang lebih kecil kemungkinan diluncurkan pada rudal balistik jarak pendek Iskander.

Para pejabat Amerika Serikat menyebut adanya risiko Putin menggunakan senjata nuklir, namun mereka tidak melihat aktivitas yang mengindikasikan rencana semacam itu dalam waktu dekat. Meski begitu, intelijen Barat terus mengamati dengan cermat untuk melihat apakah ancaman nuklir akan muncul.

Pavel Podvig, seorang peneliti senior di Institut Penelitian Perlucutan Senjata PBB di Jenewa, mengatakan kepada AFP, bahwa persiapan untuk serangan nuklir akan terlihat jelas.

Sebuah laporan tahun 2017 oleh institut tersebut memetakan 47 situs penyimpanan nuklir di seluruh Rusia -- 12 fasilitas tingkat nasional dan 35 fasilitas pangkalan.

Fasilitas-fasilitas tersebut dipantau terus-menerus oleh intelijen dan satelit pengawasan militer Amerika Serikat dan negara-negara lain.

Fasilitas tersebut bahkan dapat diawasi dengan ketat oleh satelit komersial, seperti yang ditunjukkan oleh citra aktivitas yang tersebar luas dan diperbarui secara berkala di fasilitas nuklir Korea Utara.

Podvig mengatakan Rusia telah mengerahkan hulu ledak nuklir strategis atau jarak jauhnya di lapangan, pada rudal, pesawat pembom, dan kapal selam. Namun, senjata nuklir non-strategis atau taktisnya, yang berjumlah 2.000, disimpan dan tidak dipasang pada kendaraan pengiriman seperti Iskander.

"Tidak ada Iskander yang berkeliaran dengan hulu ledak bersenjata nuklir. Senjata-senjata ini ada di gudang," katanya.

"Saya yakin Amerika Serikat akan melihat persiapan Rusia untuk menggunakan senjata nuklir," kata Mark Cancian, mantan pejabat di departemen pertahanan dan energi AS yang menangani masalah senjata nuklir.

Simak Video 'Pasukan Kiev Bersiap Hadapi Serangan Intesif Rusia Menganeksasi 4 Wilayah Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT