G7 Tolak Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina oleh Rusia: Tak Akan Kami Akui

ADVERTISEMENT

G7 Tolak Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina oleh Rusia: Tak Akan Kami Akui

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 01 Okt 2022 02:49 WIB
FILE - Smoke rises from the Metallurgical Combine Azovstal in Mariupol during shelling, in Mariupol, in territory under the government of the Donetsk Peoples Republic, eastern Ukraine, Saturday, May 7, 2022. Russia-backed separatists in eastern Ukraine say that at least 40 Ukrainian prisoners of war captured during the fighting for Mariupol have been killed by Ukrainian shelling. (AP Photo/Alexei Alexandrov, File)
Ilustrasi (Foto: AP Photo/Alexei Alexandrov, File)
Jakarta -

Menteri luar negeri Group of Seven (G7) mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah mengakui pencaplokan Rusia atas 4 wilayah di Ukraina. G7 menjanjikan sanksi lebih lanjut terhadap Moskow.

Dilansir AFP, Sabtu (1/10/2022), G7 mengatakan upaya Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencaplok wilayah Donetsk, Lugansk, Kherson dan Zaporizhzhia merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. G7 menegaskan bahwa 4 wilayah itu adalah bagian dari integral Ukraina.

"(Pencaplokan) merupakan titik terendah baru dalam pelanggaran terang-terangan Rusia terhadap hukum internasional", kata para menteri negara G7 dalam sebuah pernyataan.

"Kami tidak akan pernah mengakui pencaplokan yang diklaim ini, atau 'referenda' palsu yang dilakukan di bawah todongan senjata," kata mereka.

"Kami akan mengenakan biaya ekonomi lebih lanjut pada Rusia, dan pada individu dan entitas - di dalam dan di luar Rusia - yang memberikan dukungan politik atau ekonomi untuk pelanggaran hukum internasional ini," imbuhnya.

Para menteri luar negeri Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat serta Perwakilan Tinggi Uni Eropa menyerukan 'masyarakat internasional yang lebih luas untuk menolak ekspansionisme brutal Rusia'.

Mereka juga berharap pihak lain juga bersatu untuk mengecam Rusia. Sebab, Rusia terus-menerus melakukan pelanggaran.

"Bersatu dalam kecaman kami dalam hal yang paling kuat dari perang agresi Rusia terhadap Ukraina dan pelanggaran terus-menerus terhadap kedaulatan, integritas teritorial, dan kemerdekaan Ukraina," tuturnya.

Para menteri menambahkan bahwa mereka 'tidak tergoyahkan' dalam mendukung 'hak Ukraina untuk mempertahankan diri' serta 'haknya yang tidak perlu dipertanyakan untuk merebut kembali wilayahnya dari Rusia'.

"(Rusia) harus menarik semua pasukan dan peralatan militernya dari Ukraina, dan menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayah Ukraina di dalam perbatasannya yang diakui secara internasional," kata mereka.

Putin pada hari Jumat (30/9) mencaplok empat wilayah di Ukraina yang dikendalikan oleh tentaranya dan mendesak Kyiv untuk meletakkan senjatanya dan merundingkan diakhirinya pertempuran selama tujuh bulan.

Simak juga 'Pimpin Aneksasi 4 Wilayah Ukraina, Putin Dapat Tepukan Meriah':

[Gambas:Video 20detik]




(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT