NATO: Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina oleh Rusia Tidak Sah!

ADVERTISEMENT

NATO: Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina oleh Rusia Tidak Sah!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 01 Okt 2022 04:40 WIB
A local resident casts a ballot into a mobile ballot box carried by members of an electoral commission on the second day of a referendum on the joining of the self-proclaimed Donetsk Peoples Republic (DPR) to Russia, in Mariupol, Ukraine September 24, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko
Ilustrasi (Foto: REUTERS/Alexander Ermochenko)
Jakarta -

North Atlantic Treaty Organization (NATO) mengutuk pencaplokan Rusia atas empat wilayah di Ukraina. Nato memperingatkan Moskow tentang konsekuensi berat jika menggunakan senjata nuklir dalam perangnya melawan Kyiv.

"Perampasan tanah ini ilegal dan tidak sah. Sekutu NATO tidak dan tidak akan mengakui wilayah ini sebagai bagian dari Rusia," kata kepala NATO Jens Stoltenberg seperti dilansir AFP, Sabtu (1/10/2022).

Stoltenberg bersikeras bahwa NATO akan terus mendukung Ukraina 'dalam upaya mereka untuk membebaskan' wilayah yang dikuasai Moskow saat Kyiv bersumpah untuk melancarkan serangan.

Kremlin mengatakan wilayah yang dicaplok itu sebagai bagian dari Rusia dan bersedia menggunakan persenjataan penuh untuk mempertahankannya.

Stoltenberg mengatakan NATO belum melihat 'perubahan dalam postur nuklir' Rusia setelah ancaman dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Kami waspada, kami berbagi informasi, dan kami telah menyampaikan dengan sangat jelas kepada Rusia bahwa akan ada konsekuensi berat jika mereka menggunakan kekuatan nuklir untuk melawan Ukraina," kata Stoltenberg.

NATO telah menolak untuk campur tangan secara militer dalam perang di Ukraina. Sebab, NATO takut melepaskan konfrontasi dengan Moskow yang bisa berubah menjadi perang nuklir.

Sekutu NATO malah mengirim senjata bernilai miliaran dolar ke Ukraina untuk membantu mempertahankan diri dari serangan Moskow.

Menanggapi deklarasi Putin, Ukraina mengumumkan bahwa mereka secara resmi mendaftar untuk bergabung dengan NATO. Stoltenberg tetap tidak berkomitmen pada tawaran tersebut, mengingat bahwa keputusan tentang keanggotaan membutuhkan 'konsensus' dari semua 30 sekutu.

"Fokus kami sekarang adalah memberikan dukungan langsung ke Ukraina untuk membantu Ukraina mempertahankan diri melawan invasi brutal Rusia," katanya.

Terlepas dari permohonan dari Kyiv, tampaknya ada sedikit prospek Ukraina bergabung dengan NATO di masa mendatang saat sedang berkonflik dengan tetangga raksasanya.

Keanggotaan NATO berarti Ukraina dilindungi oleh Pasal 5 klausul pertahanan timbal balik aliansi yang berarti serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua.

Stoltenberg juga membahas kebocoran di jalur pipa Nord Stream yang mengalir dari Rusia ke Eropa. Dia menyebutnya 'serangan' dan mendukung penyelidikan untuk menemukan mereka yang bertanggung jawab.

Dia mengatakan bahwa angkatan laut dan udara NATO di kawasan itu menunjukkan 'kesiapan untuk melindungi' infrastruktur penting aliansi tersebut.

Putin pada hari Jumat (30/9) mencaplok empat wilayah di Ukraina yang dikendalikan oleh tentaranya yaitu wilayah Donetsk, Lugansk, Kherson dan Zaporizhzhia. Rusia juga mendesak Kyiv untuk meletakkan senjatanya dan merundingkan diakhirinya pertempuran selama tujuh bulan.

Simak Video 'Pasukan Kiev Bersiap Hadapi Serangan Intesif Rusia Menganeksasi 4 Wilayah Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT