Kantor Lembaga Pemilihan Umum Paraguay Terbakar, 1 Orang Tewas

ADVERTISEMENT

Kantor Lembaga Pemilihan Umum Paraguay Terbakar, 1 Orang Tewas

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 01 Okt 2022 00:04 WIB
Flames and smoke rise from a fire at the Superior Court of Electoral Justice (TSJE) headquarters in Asuncion on September 29, 2022. - A fire destroyed thousands of electronic ballot boxes in Paraguays Superior Tribunal of Electoral Justice, two months before the primary elections in which the candidates for the 2023 presidential elections will be defined, reported Thursday authorities who are also searching for two missing officials. (Photo by NORBERTO DUARTE / AFP)
Kantor lembaga pemilihan umum Paraguay terbakar (Foto: AFP/NORBERTO DUARTE)
Jakarta -

Kebakaran terjadi di markas besar badan pemilihan nasional Paraguay. Sebanyak 1 orang dilaporkan tewas akibat kebakaran ini.

Dilansir Reuters Jumat (30/9/2022), kepulan asap hitam dan api besar membumbung dari Pengadilan Tinggi Keadilan Pemilihan (TSJE) di ibu kota, Asuncion. Fasilitas tempat ratusan pejabat bekerja itu digunakan untuk menyimpan barang-barang pemilu, termasuk mesin pemungutan suara.

"Kami mengalami kerusakan serius. Kami tidak dapat memastikan apa pun tentang penyebabnya," kata Menteri TSJE Jorge Bogarin kepada sebuah stasiun radio.

Kapten Pemadam Kebakaran Hermes Villa mengkonfirmasi penemuan mayat seorang pejabat yang hilang setelah kebakaran terjadi.

Bogarin mengatakan kebakaran itu 'akhirnya dapat mengubah jadwal yang sudah disusun' untuk pemilihan yang akan datang. Dia mengatakan tim akan dibentuk untuk menyelidiki penyebab kebakaran dan menemukan cara untuk memastikan pemilihan diadakan.

Pemilihan pendahuluan untuk calon presiden dijadwalkan pada 18 Desember dan pemilihan umum untuk presiden, wakil presiden, gubernur, dan anggota kongres dijadwalkan pada 30 April.

Presiden TSJE Jaime Bestard mengatakan pada konferensi pers bahwa api mungkin telah merusak 8.500 mesin pemungutan suara dan dia akan mempertimbangkan untuk mengadakan pemilihan pendahuluan bulan Desember dalam dua tahap.

Tapi salah satu pemimpin partai oposisi mengajukan keberatan atas saran itu.

"Membatalkan pemilu adalah rencana untuk melakukan penipuan," kata Efrain Alegre, presiden oposisi Partai Liberal.

"Undang-undang menetapkan bahwa pemilihan pendahuluan diadakan pada saat yang sama sebagai cara untuk mencegah pemilih dari kecurangan memilih di dua pemilihan pendahuluan," kata Alegre.

Simak juga 'Saat Jaksa Asal Paraguay Tewas Ditembak Saat Bulan Madu di Kolombia':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT