Putin Sebut Konflik di Ukraina Dampak Runtuhnya Uni Soviet

ADVERTISEMENT

Putin Sebut Konflik di Ukraina Dampak Runtuhnya Uni Soviet

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Sep 2022 16:12 WIB
Rusia merayakan hari kemenangan atas Nazi Jerman pada 1945. Perayaan yang dimeriahkan dengan parade militer itu juga dihadiri oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. Mikhail Metzel, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Moskow -

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut konflik yang terjadi di negara-negara bekas Uni Soviet, termasuk Ukraina, merupakan dampak runtuhnya Soviet lebih dari tiga dekade lalu.

"Cukup untuk melihat apa yang terjadi sekarang antara Rusia dan Ukraina, dan apa yang sedang terjadi di perbatasan beberapa negara CIS lainnya. Semua ini, tentu saja, adalah dampak dari runtuhnya Uni Soviet," tegas Putin dalam pertemuan dengan kepala intelijen negara-negara bekas Soviet, seperti dilansir AFP, Jumat (30/9/2022).

CIS merupakan kependekan dari Commonwealth of Independent States yang merupakan organisasi antar pemerintah regional di Eropa Timur dan Asia. CIS dibentuk setelah runtuhnya Soviet tahun 1991 silam.

Seperti operasi militer di Ukraina, konflik-konflik bersenjata diketahui kembali terjadi di beberapa negara bekas Soviet lainnya.

Dalam sebulan terakhir, kawasan itu dilanda bentrokan antara dua negara Asia Tengah, yakni Kyrgyzstan dan Tajikistan, juga pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan.

Putin menyalahkan Barat, dengan menyebut mereka 'bekerja sesuai skenario untuk mengobarkan konflik-konflik baru' di area-area pasca Soviet.

Pernyataan itu disampaikan Putin sehari sebelum dirinya meresmikan aneksasi empat wilayah Ukraina yang diduduki Moskow, setelah referendum pro-Kremlin digelar di sana. Langkah itu diperkirakan akan semakin meningkatkan konflik Ukraina.

"Kita menyaksikan pembentukan tatanan dunia yang baru, yang merupakan proses yang sulit," sebut Putin, menggemakan kembali pernyataan soal memudarnya pengaruh Barat.

Simak video 'Biden: AS Tak Akan Pernah Akui Klaim Rusia Atas Wilayah Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT