Kapal Migran Lebanon Tenggelam di Perairan Suriah, 100 Orang Tewas

ADVERTISEMENT

Kapal Migran Lebanon Tenggelam di Perairan Suriah, 100 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 15:16 WIB
A handout picture released by the Syrian Red Crescent on September 23, 2022, shows rescuers transporting the body of a drowning victim into an ambulance in the Syrias southern port City of Tartus, after a boat transporting migrants from Lebanon sank off the Syrian coast. © Syrian Red Crescent, AFP
Petugas Bulan Sabit Merah mengevakuasi salah satu jenazah korban kapal migran yang tenggelam di perairan Suriah (Syrian Red Crescent/AFP)
Damaskus -

Otoritas Suriah menemukan 100 mayat dari sebuah kapal migran asal Lebanon yang tenggelam di perairan Suriah, pekan lalu. Insiden ini tercatat sebagai salah satu insiden kapal tenggelam yang paling mematikan di perairan Mediterania.

Seperti dilansir AFP, Selasa (27/9/2022), beberapa jenazah pertama ditemukan pada Kamis (22/9) pekan lalu dan hanya sekitar 20 orang yang berhasil diselamatkan, dari total sebanyak 150 penumpang di dalam kapal tersebut.

"Jumlah korban kapal Lebanon telah mencapai 100 orang sejauh ini, setelah satu jenazah lainnya ditemukan di lautan," demikian pernyataan kepala pelabuhan Suriah Samer Kbrasli, seperti dikutip kantor berita Suriah, SANA.

Dilaporkan oleh SANA bahwa semua korban selamat telah dipulangkan dari rumah sakit.

Hampir tiga tahun dilanda krisis ekonomi yang mendalam, Lebanon berubah menjadi peluncuran bagi para migran, dengan warga negaranya sendiri bergabung bersama pengungsi Rusia dan Palestina yang putus asa untuk melarikan diri dari kemiskinan melalui jalur pelayaran berbahaya.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dalam pernyataannya menyebut orang-orang yang menumpang kapal migran yang berlayar dari kota miskin Tripoli di Lebanon itu kebanyakan warga negara Lebanon, Suriah dan Palestina. Terdapat juga anak-anak dan warga lanjut usia dalam kapal itu.

Lebanon menampung lebih dari satu juta pengungsi perang sipil Suriah, dan terperosok dalam krisis keuangan dan ekonomi, yang disebut oleh Bank Dunia sebagai salah satu yang terburuk pada era modern.

Lihat juga video 'Sel-sel Kelompok ISIS Lakukan Aksi Pembunuhan di Kamp Pengungsi Suriah':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT