ADVERTISEMENT

Aksi Protes Kematian Mahsa Amini di Paris Ricuh, Gas Air Mata Ditembakkan

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 04:24 WIB
Tear gas floats around masked protesters during clashes with French riot police before the start of the traditional May Day labour union march in Paris, France, May 1, 2019. REUTERS/Gonzalo Fuentes
Ilustrasi gas air mata (Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Paris -

Aksi protes kematian wanita Iran bernama Mahsa Amini di Paris, Prancis berakhir ricuh. Polisi menembakkan gas air mata.

Dilansir AFP, Senin (26/9/2022), para pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota Paris. Mereka dua hari berturut-turut melakukan aksi protes terkait kematian Mahsa Amini usai ditangkap polisi moral Iran.

Demonstrasi dimulai dari Trocadero Square di pusat Paris. Beberapa demonstran meneriakkan kemarahan mereka terhadap Pemerintah Iran serta menentang kepimimpinan Ayatollah Ali Khamenei.

Demonstran bergerak menuju Kedubes Iran. Polisi dengan baju besi anti huru hara memblokade jalan pengunjuk rasa.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Dalam sebuah pernyataan, polisi Paris mengkonfirmasi bahwa gas air mata telah digunakan.

"Pada beberapa kesempatan kelompok mencoba menerobos penghalang jalan yang didirikan di dekat kedutaan Iran. Polisi menggunakan ... gas air mata untuk mengusir mereka," pernyataan polisi Paris.

Polisi Paris mengklaim ada 4.000 massa demonstrasi. Satu orang dilaporkan ditangkap dan satu petugas kepolisian terluka.

Simak video Protes Kematian Perempuan Iran Berujung Ricuh, 17 Pedemo Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT