Apa yang Terjadi Jika Putin Pakai Senjata Nuklir di Ukraina?

ADVERTISEMENT

Apa yang Terjadi Jika Putin Pakai Senjata Nuklir di Ukraina?

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2022 18:07 WIB
Russian President Vladimir Putin speaks via video call during a news conference in Moscow, Russia, Thursday, Dec. 17, 2020. This year, Putin attended his annual news conference online due to the coronavirus pandemic. (Aleksey Nikolskyi, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. Aleksey Nikolskyi, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Moskow -

Ancaman yang dilontarkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggunakan senjata nuklir di Ukraina jika 'integritas teritorial' Moskow terancam, telah memicu diskusi mendalam di Barat soal bagaimana meresponsnya.

"Mereka yang berusaha memeras kami dengan senjata nuklir seharusnya mengetahui bahwa angin juga bisa berbelok ke arah mereka," ucap Putin dengan nada memperingatkan, dalam pernyataan yang disampaikan pekan ini.

"Ini bukan gertakan," tegas Putin.

Namun para pengamat tidak meyakini bahwa Putin bersedia menjadi yang pertama untuk mengerahkan senjata nuklir, sejak Amerika Serikat (AS) membombardir Jepang dengan nuklir tahun 1945 silam.

Sejumlah pakar dan pejabat membahas soal skenario-skenario yang mungkin terjadi jika Rusia sungguh-sungguh melancarkan serangan nuklir. Berikut skenario-skenario tersebut, seperti dilansir AFP, Sabtu (24/9/2022):

Seperti apa bentuk serangan nuklir Rusia?

Sejumlah analis memperkirakan Moskow kemungkinan akan mengerahkan satu atau lebih bom nuklir 'taktis' atau bom nuklir medan perang.

Bom nuklir jenis itu merupakan senjata kecil dengan daya ledak mencapai sekitar 0,3 kiloton hingga 100 kiloton, jika dibandingkan dengan hulu ledak strategis terbesar milik AS yang mencapai 1,2 megaton atau bom 58 megaton yang pernah diuji coba Rusia tahun 1961 silam.

Bom taktis dirancang untuk memiliki dampak terbatas di medan perang. Itu berbeda dengan senjata nuklir strategis yang dirancang untuk pertempuran dan memenangkan perang secara habis-habisan.

Namun demikian, istilah 'kecil' dan 'terbatas' itu relatif. Sebagai contoh, bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima, Jepang, tahun 1945 yang memiliki efek menghancurkan diketahui hanya berdaya ledak 15 kiloton.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT