ADVERTISEMENT

Ancaman Putin soal Senjata Nuklir Banjir Demo hingga Kecaman

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Sep 2022 06:52 WIB
Doyan Porsi Besar! Ini 7 Kebiasan Makan Vladimir Putin yang Unik
Presiden Vladimir Putin (Semi MD)
Jakarta -

Presiden Vladimir Putin menyampaikan pidato soal ancaman senjata nuklir dan pergerakan pasukan cadangan ke Ukraina. Pidato tersebut menuai kecaman hingga demonstrasi.

Sebelumnya, dalam pidatonya, Putin mengingatkan bahwa Moskow akan menggunakan semua cara yang ada untuk membela negaranya, dan ini termasuk senjata nuklir.

Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan pada Rabu (21/9), Rusia akan memobilisasi sekitar 300.000 tentara cadangan untuk berperang di Ukraina. Ini disampaikan setelah Putin mengatakan mobilisasi parsial dari 2 juta pasukan cadangan militernya adalah untuk mempertahankan Rusia dan wilayahnya. Putin mengklaim Barat ingin menghancurkan Rusia dan tidak menginginkan perdamaian di Ukraina.

Dilansir dari BBC, Menanggapi pengumuman Putin, penasihat presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, mengatakan hasil perang Rusia di Ukraina tidak seperti yang diharapkan Moskow. Ia menggambarkan mobilisasi militer ini sebagai keputusan yang "sangat tidak populer".

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, sementara itu menyebut Presiden Putin "panik". Reaksi senada juga disampaikan oleh duta besar Amerika Serikat di Ukraina, Bridget Brink, yang menggambarkan keputusan Putin sebagai "tanda-tanda kelemahan Rusia".

Di Beijing, pemerintah China menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog untuk mengakhiri krisis Ukraina.

"Terkait krisis di Ukraina, posisi pemerintah China sudah jelas. Kami menyerukan semua pihak yang terlibat untuk menyepakati gencatan senjata dan mengakhiri perang melalui negosiasi dan dialog," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin.

Ditambahkan, China ingin semua pihak menemukan jalan keluar dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan sesegera mungkin.

"Kami berharap masyarakat internasional akan membantu menciptakan kondisi dan ruang untuk mencapai tujuan tersebut," kata Wang Wenbi.

Pengumuman mobilisasi militer dikeluarkan ketika militer Ukraina menguasai kembali sejumlah kota dan kawasan di timur, yang sebelumnya direbut dan dikuasai pasukan Rusia.

Russian police officers detain a person during an unsanctioned rally, after opposition activists called for street protests against the mobilisation of reservists ordered by President Vladimir Putin, in Moscow, Russia September 21, 2022. REUTERS/REUTERS PHOTOGRAPHER     TPX IMAGES OF THE DAY
Petugas polisi Rusia menahan seseorang yang ikut dalam rapat umum dan demonstrasi (REUTERS/REUTERS PHOTOGRAPHER TPX IMAGES OF THE DAY)

Rusia Tangkap Demonstran

Pascapidato Putin, gelombang demonstrasi terjadi di kota-kota di Rusia. Pemerintah menyikapi demonstrasi tersebut dengan menangkap demonstran.

Lebih dari 1.300 orang dilaporkan telah ditangkap dalam aksi-aksi demonstrasi di Rusia untuk memprotes pengumuman Presiden Vladimir Putin tentang mobilisasi militer untuk berperang di Ukraina.

Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (22/9), kelompok pemantau polisi, OVD-Info menghitung setidaknya 1.332 orang ditahan dalam aksi unjuk rasa di 38 kota berbeda di seluruh Rusia setelah pidato Putin soal mobilisasi militer tersebut.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan Video 'Putin Tingkatkan Intensitas Perang, Aksi Protes Pun Merebak':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT