ADVERTISEMENT

Putin Umumkan Mobilisasi Militer, Tuduh Barat Ingin Hancurkan Rusia!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 14:16 WIB
Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Rabu (21/9) mengumumkan mobilisasi militer parsial. Pengumuman ini disampaikan seiring pasukan Rusia memerangi serangan balasan tentara Ukraina yang telah berhasil merebut kembali beberapa wilayah yang diduduki.

Dilansir dari Al-Arabiya, Rabu (21/9/2022), dalam pidato yang disiarkan televisi, Putin mengatakan mobilisasi parsial dari 2 juta pasukan cadangan militernya adalah untuk mempertahankan Rusia dan wilayahnya. Putin mengklaim Barat ingin menghancurkan Rusia dan tidak menginginkan perdamaian di Ukraina.

"Untuk melindungi tanah air, kedaulatannya (...), saya menganggap perlu untuk mendukung keputusan Staf Jenderal tentang mobilisasi parsial," katanya.

Putin menyatakan tujuannya adalah untuk "membebaskan" kawasan jantung industri Donbas di Ukraina timur.

"Kita berbicara tentang mobilisasi parsial, yaitu, hanya warga negara yang saat ini masuk dalam tentara cadangan yang akan dikenakan wajib militer, dan di atas semua itu, mereka yang bertugas di angkatan bersenjata memiliki spesialisasi militer tertentu dan pengalaman yang relevan," ujar Putin.

Putin mengatakan dia telah menandatangani dekrit tentang mobilisasi parsial tersebut.

Rusia sudah menganggap Luhansk dan Donetsk, yang bersama-sama membentuk wilayah Donbas yang sebagian diduduki Moskow pada 2014, sebagai negara merdeka. Ukraina dan Barat menganggap semua bagian Ukraina yang dikuasai pasukan Rusia diduduki secara ilegal.

Rusia kini menguasai sekitar 60 persen Donetsk dan telah merebut hampir seluruh Luhansk pada Juli lalu, setelah selama berbulan-bulan pertempuran sengit.

Sebelumnya diberitakan, empat wilayah Ukraina yang dikuasai pasukan Moskow akan menggelar referendum untuk bergabung dengan Rusia pada pekan ini. Kremlin yang menyatakan dukungan, menyebut referendum itu akan 'mengubah sepenuhnya' arah masa depan Rusia.

Di sisi lain, seperti dilansir Associated Press, Rabu (21/9/2022), upaya Rusia mencaplok empat wilayah Ukraina itu dinilai akan memberikan panggung kepada Kremlin untuk semakin memperluas perang, usai dipukul mundur pasukan Kiev beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT