ADVERTISEMENT

Buka Sidang Umum, Sekjen PBB: Planet Kita Memanas, Orang-orang Menderita

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 20 Sep 2022 23:05 WIB
Pekan Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Umum PBB ke-77 di New York, Amerika Serikat (AS) resmi dimulai (Gibran-detikcom)
Foto: Pekan Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Umum PBB ke-77 di New York, Amerika Serikat (AS) resmi dimulai (Gibran-detikcom)
New York -

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres bicara di sidang tahunan PBB. Dia menyoroti berbagai hal, termasuk kenaikan harga hingga konflik mematikan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (20/9/2022), Sidang PBB digelar dengan fokus tentang 'musim dingin ketidakpuasan global' yang akan datang dari kenaikan harga, planet yang memanas dan konflik mematikan.

Setelah dua tahun sidang PBB digelar dengan pembatasan pandemi dan pidato video, Majelis Umum PBB kembali meminta para pemimpin untuk datang sendiri jika mereka ingin berbicara. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky masih mendapatkan pengecualian.

Sementara itu, Antonio Guterres, memberi hormat atas upaya kerja sama global, memperingatkan keadaan planet yang mengerikan.

"Musim dingin ketidakpuasan global sudah di depan mata," kata Guterres saat membuka Sidang Umum tahunan.

"Kepercayaan runtuh, ketidaksetaraan meledak, planet kita memanas. Orang-orang menderita, dengan yang paling rentan menderita paling banyak," lanjut dia.

Guterres pun mengecam perusahaan bahan bakar fosil dan 'perang bunuh diri melawan alam'. Dia mengungkit banjir yang merendam sebagian wilayah Pakistan hingga meningkatnya suhu bumi.

"Mari kita katakan seperti itu -- Dunia kita kecanduan bahan bakar fosil. Sudah waktunya untuk intervensi. Kita perlu meminta pertanggungjawaban perusahaan bahan bakar fosil dan para pendukungnya," kata Guterres.

Dia meminta semua negara maju untuk mengenakan pajak bahan bakar fosil dan mendedikasikan dana untuk mengkompensasi kerusakan akibat perubahan iklim dan untuk membantu orang yang berjuang dengan harga tinggi.

"Pencemar harus membayar," kata Guterres.

(maa/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT