ADVERTISEMENT

Pengumuman! Korut Punya UU Izinkan Serangan Nuklir terhadap Musuh

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Sep 2022 14:25 WIB
North Koreas leader Kim Jong Un poses for a photo with  Korean Peoples Army medics during a meeting to recognise their contributions in fighting the coronavirus disease (COVID-19) pandemic in Pyongyang, North Korea, August 18, 2022 in this photo released by North Koreas Korean Central News Agency (KCNA). KCNA via REUTERS    ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THIS IMAGE. NO THIRD PARTY SALES. SOUTH KOREA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN SOUTH KOREA.     TPX IMAGES OF THE DAY
Kim Jong-Un menegaskan status Korut sebagai negara senjata nuklir tidak bisa diubah (dok. REUTERS/KCNA)
Pyongyang -

Korea Utara (Korut) meloloskan undang-undang (UU) baru yang untuk pertama kalinya mengizinkan negeri komunis itu melancarkan serangan nuklir preventif. UU baru itu juga menetapkan status Korut sebagai negara bersenjata nuklir 'tidak bisa diubah'.

Seperti dilansir AFP, Jumat (9/9/2022), pengumuman ini disampaikan kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA), saat hubungan dengan Korea Selatan (Korsel) semakin memburuk, dengan Pyongyang menyalahkan Seoul atas wabah virus Corona (COVID-19) di wilayahnya.

Korut juga menggelar serangkaian uji coba persenjataannya, dalam jumlah yang mencetak rekor, sepanjang tahun ini.

KCNA dalam laporannya menyebutkan bahwa UU baru ini akan memungkinkan Korut untuk melancarkan serangan nuklir preventif 'secara otomatis dan segera untuk menghancurkan kekuatan musuh' ketika sebuah negara asing memicu ancaman segera terhadap Pyongyang.

"Status negara kita sebagai negara senjata nuklir menjadi tidak bisa diubah," tegas pemimpin Korut Kim Jong-Un, seperti dikutip KCNA, usai UU baru itu diloloskan.

Pada Juli lalu, Kim Jong-Un menyatakan negaranya 'siap untuk memobilisasi' kemampuan nuklir dalam perang apapun dengan Amerika Serikat (AS) dan Korsel. Dia menegaskan kembali bahwa Pyongyang tidak akan menyerahkan senjata nuklirnya, yang dibutuhkan untuk melawan permusuhan dari Washington DC.

Dia juga mengklaim bahwa AS berusaha 'menghancurkan' rezimnya kapan saja.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT