Konflik Antaretnis di Ethiopia: 60 Orang Tewas Dibunuh dan 70 Lainnya Terluka

ADVERTISEMENT

Konflik Antaretnis di Ethiopia: 60 Orang Tewas Dibunuh dan 70 Lainnya Terluka

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 07 Sep 2022 04:54 WIB
Ilustrasi pembunuhan
Foto: Ilustrasi
Nairobi -

Ethiopia bergejolak karena konflik antaretnis pada akhir bulan lalu. Buntut konflik itu, lebih dari 60 orang di wilayah Oromia dibunuh oleh orang-orang bersenjata.

Dilansir dari AFP, Rabu (7/9/2022), Komisi Hak Asasi Manusia Ethiopia mengatakan sangat prihatin dengan serangan di distrik Amuru pada 30 hingga 31 Agustus. Selain menelan korban jiwa, serangan itu juga disebut membuat 20 ribu orang mengungsi.

"Dari penduduk setempat dan pejabat pemerintah bahwa dalam dua hari serangan, lebih dari 60 orang tewas, lebih dari 70 lainnya terluka, serta rumah dan ternak dijarah," katanya.

Pembunuhan itu terjadi setelah Tentara Pembebasan Oromo, sebuah kelompok pemberontak membunuh tiga etnis Amhara di kota Abora. Orang-orang bersenjata dari daerah terdekat, serta beberapa dari wilayah tetangga Amhara, menanggapi dengan menyerang etnis Oromos di sejumlah desa.

"Serangan itu dilakukan terhadap warga sipil di distrik Amuru setelah pasukan keamanan yang dikerahkan di daerah itu pindah ke lokasi lain," ucap pemantau itu.

Dua orang yang selamat dari satu desa mengatakan, pekan lalu bahwa para penyerang adalah anggota milisi yang berbasis di wilayah Amhara. OLA mengatakan milisi Amhara Fano yang melakukan serangan itu.

Otoritas regional menyalahkan OLA, yang telah diperangi dan pasukan federal sejak 2018 dan yang telah ditetapkan Addis Ababa sebagai kelompok teroris.

Para pejabat menyalahkan OLA atas sejumlah pembantaian yang menargetkan Amharas, kelompok etnis terbesar kedua di Ethiopia, meskipun pemberontak telah membantah bertanggung jawab.

Pada Juni dan Juli, orang-orang bersenjata membantai beberapa ratus orang, sebagian besar Amhara, di dua daerah terpencil di barat Oromia.

Pada Agustus tahun lalu, lebih dari 210 orang tewas dalam beberapa hari kekerasan etnis di wilayah Oromia, kata EHRC. Dikatakan orang-orang bersenjata yang terkait dengan OLA menewaskan lebih dari 150 orang, kemudian lebih dari 60 orang kehilangan nyawa mereka dalam serangan balasan.

Simak juga 'Bos WHO: Krisis di Tigray Lebih Buruk dari Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT