ADVERTISEMENT

7 Minggu Kabur, Mantan Presiden Sri Lanka Rajapaksa Kembali ke Negaranya

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 03 Sep 2022 03:39 WIB
FILE - In this Nov. 22, 2019, file photo, Sri Lankan President Gotabaya Rajapaksa, center, speaks with his cabinet colleagues in Colombo, Sri Lanka. Rajapaksa said Thursday, Dec. 19, 2019 that he has become the victim in the alleged abduction of a Swiss Embassy employee who was reportedly threatened and sexually abused to disclose embassy-related information. Rajapaksa said reports of the alleged abduction appeared in foreign media before the facts were established, and critics accused his government of carrying it out. (AP Photo/Eranga Jayawardena)
Foto: Gotabaya Rajapaksa sebelum melarikan diri (AP/Eranga Jayawardena)
Jakarta -

Mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa disebut telah kembali ke negaranya. Dia kembali usai tujuh minggu melarikan diri dan kabur dari negaranya.

Dilansir dari AFP, seorang pejabat bandara mengatakan Rajapaksa telah tiba di Sri Lanka pada Jumat (2/9/2022). Dia kabur dari negerinya usai protes dan kemarahan raykat Sri Lanka ata krisis ekonomi terparah di negara pulau itu.

Disebut, Rajapaksa juga disambut di bandara. Dia dihias dengan bunga dan digelar pesta penyambutan oleh para menteri dan politisi saat turun di bandara internasional utama. Tokoh berusia 73 tahun itu kembali dari Bankok melalui Singapura.

Kondisi Politik Sri Lanka

Pada tanggal 21 Juli lalu, Ranil Wickremesinghe diambil sumpahnya sebagai presiden, di tengah harapan dia mampu menyelamatkan negaranya dari krisis ekonomi.

Dilansir dari BBC Indonesia, Satu hari setelah dilantik, pasukan keamanan menyerbu kubu demonstran anti-pemerintah di ibu kota Kolombo dan menahan sejumlah pengunjuk rasa serta merubuhkan tenda-tenda. Ratusan tentara dan polisi menyerbu para demonstran di luar kantor presiden, tak lama sebelum mereka akan membubarkan diri.

Seorang wartawan video BBC dipukul oleh tentara, telepon diambil dan videonya dihapus.

Sembilan orang, termasuk dua orang yang terluka, ditahan polisi. Polisi menggambarkan insiden itu sebagai "operasi khusus untuk menguasai kembali sekretariat presiden."

Ketika ditanya mengapa wartawan diserang, seorang juru bicara polisi mengatakan ia tidak menyadari ada insiden itu.

Wickremesinghe - mantan perdana menteri - sangat tidak disukai rakyat. Ia berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap demonstran.

Sejumlah demonstran berkata mereka akan memberinya kesempatan. Sri Lanka masih berada di jurang krisis ekonomi.

Simak juga 'Baru Dilantik, Presiden Sri Lanka Langsung Jengkel ke Wartawan':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT