Konglomerat Taiwan Akan Latih 3 Juta Warga untuk Lawan China

ADVERTISEMENT

Konglomerat Taiwan Akan Latih 3 Juta Warga untuk Lawan China

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 01 Sep 2022 14:40 WIB
Taiwanese tycoon Robert Tsao, 75, unveils his plan to train three million civilian warriors to defend the island in the event of a Chinese invasion Sam Yeh AFP
Konglomerat Taiwan, Robert Tsao, mengungkapkan rencananya melatih tiga juta prajurit sipil untuk membantu mempertahankan Taiwan jika China menginvasi (Sam Yeh/AFP)
Taipei -

Seorang konglomerat Taiwan mengungkapkan rencana untuk melatih lebih dari tiga juta 'prajurit sipil' yang akan membantu mempertahankan pulau itu jika China melancarkan invasi militer. Konglomerat berusia 75 tahun ini bahkan menyumbangkan TW$ 1 miliar (Rp 487,6 miliar) untuk program pelatihan itu.

Seperti dilansir AFP, Kamis (1/9/2022), Robert Tsao (75) merupakan salah satu pengusaha paling sukses Taiwan dan pendiri perusahaan besar pembuat microchip United Microelectronics Corp (UMC). Selama ini, Tsao dikenal sangat blak-blakan menentang China.

Dalam pernyataannya, Tsao memperingatkan bahwa akan menjadi 'pembantaian yang disengaja dan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang keji' jika China menggunakan kekuatannya terhadap Taiwan.

Tsao mengatakan bahwa dirinya menyumbangkan TW$ 600 juta (Rp 292,6 miliar) untuk melatih tiga juta 'prajurit beruang hitam' dalam tiga tahun ke depan, yang akan bisa bekerja bersama militer Taiwan.

Dana sebesar TW$ 400 juta (Rp 195 juta), sebut Tsao, akan digunakan untuk melatih 300.000 'penembak jitu' yang memiliki keterampilan menembak.

Tsao yang tidak lagi memegang jabatan apapun dalam UMC, menggambarkan risiko yang diberikan China sebagai eksistensial.

"Ancaman Partai Komunis China terhadap Taiwan semakin meningkat dan perjuangan melawan itu berarti kebebasan melawan perbudakan, demokrasi melawan otoritarian, dan beradab melawan barbar," kata Tsao dalam pernyataannya.

"Jika kita berhasil melawan ambisi China, kita tidak hanya akan mampu melindungi tanah air kita, tapi juga memberikan kontribusi besar bagi situasi dunia dan perkembangan peradaban," imbuh Tsao.

Taiwan diketahui hidup di bawah ancaman invasi terus-menerus oleh China, yang mengklaim pulau yang memiliki pemerintahan demokratis itu sebagai bagian wilayah kedaulatannya yang akan direbut suatu hari nanti -- secara paksa jika diperlukan.

Lihat juga video 'Aksi Teror Kapal Perang China di Perairan Taiwan':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT